Pulau Baru Muncul di Samudera Pasifik Akibat Letusan Gunung Berapi Bawah Laut

Sebuah pulau baru muncul di Samudera Pasifik sekitar 1 kilometer dari Pantai Iwo Jima, Jepang. (foto: Setsuya Nakada / The Japan Times)

JoSS, TOKYO –  Sebuah peristiwa alam luar biasa terjadi di lepas pantai Kepulauan Ogasawara Jepang, di Samudera Pasifik, yang menghasilkan lahirnya pulau baru akibat letusan gunung berapi bawah laut pada tanggal 21 Oktober lalu. Peristiwa ini menarik perhatian dunia sebagai kejadian termuda di antara pulau-pulau sekitarnya.

Ahli vulkanik dari Universitas Tokyo, Setsuya Nakada, mengungkapkan bahwa letusan ini mengakibatkan munculnya daratan baru yang dapat terlihat dari pulau terdekat, Iwo Jima. Badan Antariksa Eropa (ESA) merekam peristiwa ini melalui citra satelit yang memperlihatkan pulau baru sekitar satu kilometer dari pantai Iwo Jima.

Citra-citra luar biasa yang diambil oleh satelit Landsat 9 ESA menunjukkan pulau baru tersebut memiliki lebar sekitar 330 kaki (100 meter) dan tinggi mencapai 66 kaki (20 meter). Meskipun awalnya mencengangkan, pulau ini tampaknya mengalami penyusutan akibat ombak yang mengikis batuan “remah”. Meski demikian, pulau ini tetap menjadi fenomena alam yang menarik dan unik.

Ahli vulkanik Nakada menjelaskan bahwa aktivitas letusan menciptakan abu vulkanik dan bebatuan yang menumpuk, membentuk pulau baru yang terlihat dari luar angkasa. Meskipun pulau baru ini menarik perhatian sebagai hasil dari letusan gunung berapi bawah laut, pertanyaan mengenai keberlanjutan dan ketahanannya muncul.

Menurut Yuji Usui, seorang analis Badan Meteorologi Jepang, pulau ini mungkin tidak bertahan lama bergantung pada bahan penyusunnya. Jika terdiri dari lava, kemungkinan pulau tersebut akan lebih tahan lama. Namun, batu apung yang tidak terikat oleh lava dapat terkikis oleh ombak, mengakibatkan penurunan ukuran pulau. Usui menegaskan bahwa hanya waktu yang dapat menjawab apakah pulau baru ini akan menyatu dengan Iwo Jima atau sejauh mana keberlangsungan hidupnya.

Fenomena alam ini memberikan kesempatan unik bagi para ilmuwan untuk memahami proses pembentukan dan evolusi pulau bawah laut, sambil mencatat bahwa pulau seperti ini mungkin bersifat sementara. Meski pulau baru ini mungkin mengalami perubahan ukuran, keberadaannya tetap menjadi bagian dari kekayaan alam yang patut diamati dan dipelajari. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*