Presiden OpenAI, Greg Brockman, Mundur Setelah Pemecatan CEO Sam Altman

CEI OpenAI Sam Altman (foto: Gizmochina)

JoSS, CALIFORNIA – Greg Brockman, Presiden OpenAI, mengumumkan pengunduran dirinya setelah pemecatan CEO OpenAI, Sam Altman. Kabar ini datang beberapa jam setelah Altman diberhentikan dari jabatannya.

Pemecatan Sam Altman, menurut beberapa pihak, dihubungkan dengan masa depan perusahaan startup yang saat ini masih mengalami performa yang kurang memuaskan. CEO eFishery, Gibran Huzaifah, melalui akun X.comnya mencuit pandangannya bahwa pemecatan Sam Altman cukup mengejutkan, mengingat OpenAI merupakan salah satu perusahaan dengan valuasi tertinggi di dunia, mencapai US$80 miliar atau Rp1.239 triliun.

Gibran juga menyampaikan pertanyaan mengenai masa depan para pendiri startup yang performanya masih di bawah standar. eFishery, sebagai salah satu unicorn Tanah Air, juga belum mengungkapkan kinerja keuangannya, memunculkan pertanyaan seputar potensi kesulitan dalam pengumpulan dana.

Terkait dengan pro dan kontra terkait pemecatan Sam Altman, sejumlah akun di media sosial memberikan berbagai tanggapan. Ada yang berpendapat bahwa pemecatan ini lebih bersifat politis dan bukan semata-mata terkait kinerja perusahaan. Ada pula yang berpendapat bahwa pemecatan terjadi bukan karena kinerja, melainkan masalah transparansi.

Dari pernyataan resmi OpenAI yang dikutip dari situs mereka, disebutkan bahwa pemecatan Sam Altman melibatkan proses peninjauan oleh dewan. Hasilnya menyimpulkan bahwa Altman tidak selalu jujur dalam berkomunikasi dengan dewan, menghambat kemampuannya untuk melaksanakan tanggung jawabnya. Dewan tidak lagi percaya pada kemampuan Sam Altman untuk terus memimpin OpenAI.

Greg Brockman, melalui akun X-nya @gdb, menyampaikan pesan kepada tim OpenAI bahwa dirinya sangat bangga dengan apa yang telah dicapai bersama sejak mendirikan OpenAI delapan tahun lalu. Brockman mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Presiden OpenAI, sementara Chief Technology Officer OpenAI, Mira Murati, akan mengambil alih jabatan CEO secara interim.

Mira Murati, yang telah menjadi anggota tim kepemimpinan OpenAI selama lima tahun, dianggap memiliki keahlian dan pemahaman yang unik terhadap nilai-nilai, operasi, dan bisnis perusahaan. Dewan yakin bahwa Mira secara unik memenuhi syarat untuk peran ini, dan transisi kepemimpinan akan berjalan mulus. Keputusan ini diambil setelah OpenAI mendapat dukungan finansial signifikan dari Microsoft dan merilis AI generatif ChatGPT yang meraih ketenaran di seluruh dunia. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*