
JoSS, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang bersiap untuk menyebarkan nyamuk ber-Wolbachia di seluruh kecamatan pada tahun depan sebagai bagian dari upaya pencegahan demam berdarah. Program ini telah diluncurkan sejak Mei 2023 lalu dan hasil evaluasi menunjukkan efektivitas yang cukup baik dalam menekan angka kasus demam berdarah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, menjelaskan bahwa setelah enam bulan pelaksanaan program Wolbachia, terlihat penurunan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang signifikan di beberapa wilayah.
Menurut catatan Dinkes Kota Semarang, Kecamatan Tembalang mengalami penurunan kasus dari 98 pada tahun 2022 menjadi 51 pada tahun 2023, sementara Kecamatan Banyumanik mengalami penurunan dari 83 menjadi 29 kasus dalam periode yang sama.
“Program Wolbachia telah membuktikan keefektifannya dalam menekan kasus DBD di Kota Semarang. Ini merupakan langkah proaktif pemerintah untuk melindungi masyarakat dari penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti,” ujar Abdul Hakam dalam keterangan resmi Pemkot Semarang, Jumat (24/11/2023).
Peluncuran pertama program Wolbachia, atau yang dikenal dengan Wingko Semarang, dilakukan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada bulan Mei 2023. Kota Semarang dipilih sebagai pilot project, dan program ini terus diperluas ke berbagai kelurahan di Kecamatan Tembalang, Banyumanik, dan Gunungpati.
Abdul Hakam juga menyampaikan bahwa jika anggaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) lancar, rencananya pada tahun 2024 program Wolbachia akan mencakup seluruh wilayah Kota Semarang. Namun, nominal anggaran akan ditentukan oleh Kemenkes.
Dalam penjelasannya, Hakam mengungkapkan bahwa bakteri Wolbachia dapat menekan replikasi virus dengue, zika, dan chikungunya dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti. Dengan demikian, nyamuk yang terinfeksi Wolbachia tidak dapat mentransmisikan virus-virus tersebut pada manusia. Selain aman bagi manusia, Wolbachia juga aman bagi lingkungan karena hanya hidup di dalam serangga.
Wali Kota Semarang, Hevarita Gunaryanti Rahayu (Ita), menekankan bahwa meskipun sudah ada nyamuk ber-Wolbachia, masyarakat tetap diimbau untuk melakukan Pemeriksaan Jentik Nyamuk (PJN) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin. Ita menekankan bahwa program ini merupakan langkah pencegahan alami tanpa menggunakan zat kimia.
“Masyarakat jangan khawatir, karena program ini tidak akan menimbulkan masalah atau menambah banyak penyakit. Pencegahan ini bersifat alami tanpa zat kimia, karena jika nyamuk ber-Wolbachia betina kawin dengan nyamuk ber-Wolbachia, telurnya juga akan ber-Wolbachia,” pungkasnya. (lna)

Leave a Reply