OKKPD Jateng Kembali Raih Predikat Sangat Baik dari Bapanas untuk Keamanan Pangan

Otoritas Kompeten Keamanan Daerah (OKKPD) Provinsi Jawa Tengah meraih penghargaan predikat sangat baik atau Kategori A dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). (foto: jatengprov.go.id)

JoSS, SEMARANG – Otoritas Kompeten Keamanan Daerah (OKKPD) Provinsi Jawa Tengah meraih penghargaan predikat sangat baik atau Kategori A dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Ini merupakan pencapaian kedua kalinya secara berturut-turut bagi Jawa Tengah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jawa Tengah, Dyah Lukisari, menjelaskan bahwa OKKPD memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan terhadap keamanan pangan segar. Pengawasan dilakukan sebelum produk beredar dan selama berada di pasaran, guna memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.

“Penghargaan ini diberikan karena penilaian Bapanas menunjukkan bahwa kita berhasil dalam beberapa aspek positif, seperti koordinasi antarlembaga, satgas, dan kementerian. Selain itu, kita juga aktif dalam melakukan sosialisasi, komunikasi informasi, dan edukasi melalui media sosial serta media massa secara reguler,” ujar Dyah saat dikonfirmasi pada Senin (27/11/2023).

Menurut Dyah, OKKPD Jawa Tengah juga diakui karena membuka layanan pengujian dan memiliki laboratorium sendiri yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional. Beberapa provinsi lain yang meraih predikat sangat baik antara lain Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Lampung, dan Sumatera Barat. Sementara itu, sembilan provinsi lainnya mendapatkan predikat baik.

Selain mendapatkan sertifikat predikat sangat baik, Provinsi Jawa Tengah juga diberikan fasilitas berupa mobil laboratorium keliling. Mobil tersebut dilengkapi dengan peralatan uji, refrigerator, dispenser, wastafel, serta alat pendukung pengujian cepat pangan segar.

Dengan fasilitas tersebut, Dyah menyatakan bahwa pengawas keamanan pangan di Provinsi Jawa Tengah dapat lebih cepat mendeteksi potensi bahaya di dalam pangan segar, seperti residu pestisida dan formalin, yang beredar di pasar tradisional maupun modern.

“Fasilitas mobil laboratorium keliling ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan keamanan pangan, salah satunya di Provinsi Jawa Tengah,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*