Desa Wisata Cepogo Boyolali, Sentra Kerajinan Tembaga Dan Kuningan Kualitas Ekspor

Kerajinan Kuningan kualitas ekspor produksi pengrajin di Desa Cepogo Boyolali. (Foto:visitjawatengag.jatengprov.go.id)

BOYOLALI tak hanya dikenal sebagai penghasil susu sapi. Kabupaten yang berada di sisi timur lereng Gunung Merapi dan Merbabu ini memiliki banyak Desa Wisata menarik untuk dikunjungi.

Di daerah ini, terdapat banyak Desa Wisata yang menawarkan daya tarik unik, salah satunya adalah Desa Wisata Cepogo, yang terletak di Kecamatan Cepogo.

Desa Cepogo terdiri dari 16 Dukuh dan memiliki sejarah yang kaya. Salah satu fakta menarik adalah bahwa Desa Cepogo merupakan pusat kerajinan tembaga dan kuningan yang berkualitas ekspor. Menurut informasi yang dihimpun dari cepogo-boyolali.desa.id, sejarah Desa Cepogo memiliki akar yang kuat di Dukuh Tumang, yang juga berperan sebagai pusat pemerintahan desa.

Sejarah Desa Tumang dan keberadaan sentra kerajinan tembaga ini tidak terlepas dari sosok Pangeran Rogosasi, salah satu anak dari Raja Mataram Kuno. Konon, Pangeran Rogosasi diasingkan ke lereng Gunung Merapi karena memiliki cacat tubuh dengan wajah yang buruk. Namun, berkat perawatan dan bimbingan Kyai Wonosegoro, Pangeran Rogosasi dapat hidup mandiri.

Setelah mampu mandiri, Pangeran Rogosasi membangun sebuah wilayah yang kemudian diberi nama Desa Tumang. Dalam usahanya mengembangkan wilayah ini, ia dibantu oleh empat abdi keraton yang menjadi guru bagi warga desa. Keempat abdi tersebut memiliki keahlian berbeda, termasuk membuat keris dan kerangkanya, pakaian dari bahan perak, menjahit, dan membuat peralatan dapur dari bahan tembaga.

Kemampuan ini diajarkan oleh para abdi dalem keraton kepada warga Desa Tumang, dan hingga kini keahlian tersebut masih lestari. Di Desa Tumang, kerajinan tembaga dan kuningan terkenal, tetapi juga terdapat warga yang menghasilkan warangka keris, kerajinan perak, dan terlibat dalam produksi garmen.

Dukuh Tumang adalah lokasi industri kerajinan logam yang terkenal baik di dalam negeri maupun luar negeri dibandingkan dengan nama Cepogo. Keahlian masyarakat Tumang dalam membuat kerajinan logam telah ada sejak ratusan tahun lalu, dan perkembangannya membuat pengrajin kerajinan logam dapat ditemui di seluruh wilayah Desa Cepogo.

Kerajinan logam Desa Cepogo terbuat dari bahan utama tembaga dan kuningan, dan jenisnya sangat beragam, mulai dari lampu gantung, hiasan dinding, perabot rumah tangga, kaligrafi, dan banyak lagi. Pembuatan kerajinan logam melibatkan beberapa tahap, mulai dari pembuatan sketsa, jabung (membuat alas), memahat/mengukir logam, pembentukan, hingga tahap finishing.

Bagi mereka yang ingin melihat langsung proses pembuatan kerajinan logam ini, pengunjung dapat mengunjungi pengrajin yang memiliki showroom dan workshop dalam satu lokasi. Salah satu tempat yang bisa dikunjungi adalah Pande Tembaga di Dukuh Kupo, yang juga berfungsi sebagai lokasi Sekretariat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pogo Wijaya.

Bagi para wisatawan yang sudah pernah mengunjungi Boyolali, akses ke sentra kerajinan tembaga ini cukup mudah. Cepogo dapat dicapai dari Boyolali atau dari Ampel, dengan jalan yang cukup menanjak. Jika terus melanjutkan perjalanan, akan sampai ke Selo, yang terletak di kaki Gunung Merapi sebelah timur.

Desa Wisata Cepogo terletak 16 km arah barat daya dari pusat kota Boyolali, dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya sekitar 30 menit dengan kendaraan pribadi. Akses menuju Desa Cepogo melalui jalan berliku dengan kondisi baik dan sudah beraspal.

Setelah tiba di Pasar Cepogo, pengunjung hanya perlu mengikuti jalan arah ke Selo sekitar 1 km, kemudian akan menemui Café Coger Merapi di sebelah kanan jalan. Maju sedikit, ada tikungan bercabang, pilih jalur ke kanan, dan Anda akan menemui gapura bertuliskan “Wisata Desa Cepogo.” Ikuti papan penunjuk jalan yang tersedia, dan Anda akan sampai di pusat kerajinan tembaga dan kuningan yang berkualitas ekspor ini. (lna)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*