
JoSS, SEMARANG – Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, bersama Forkopimda, tokoh agama, dan perwakilan partai politik, menandatangani Deklarasi Pemilu Damai 2024 di GOR Jatidiri, Kota Semarang, pada Minggu (26/11/2023).
Turut hadir Kapolda Irjen Pol Ahmad Luthfi, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Widi Prasetijono, Kepala Kejaksaan Tinggi Jateng I Made Suarnawan, Ketua DPRD Jateng Sumanto, Ketua MUI Jateng KH Ahmad Darodji, serta perwakilan partai politik.
Nana Sudjana menyatakan tujuan dari Deklarasi Pemilu Damai ini adalah untuk menciptakan pemilu yang berkualitas, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Ia menekankan pentingnya sosialisasi poin-poin deklarasi damai kepada masyarakat, terutama melalui tokoh agama dan tokoh masyarakat.
“Kita harapkan dapat disosialisasikan (poin deklarasi damai). Tadi kita meminta pada tokoh agama, tokoh masyarakat, untuk betul-betul disosialisasikan,” kata Nana, dikutip dari jatengprov.go.id.
Empat poin deklarasi pemilu damai yang dibacakan melibatkan komitmen untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas, menjaga persatuan dalam Bingkai NKRI, menghormati perbedaan pilihan politik, serta berpartisipasi aktif menciptakan suasana kondusif di Jawa Tengah.
Penjabat Gubernur juga mengingatkan para ketua partai politik untuk mengimplementasikan isi deklarasi damai dalam tahapan-tahapan pemilu, termasuk masa kampanye, hari tenang, dan pemungutan suara. Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, meskipun berbeda partai dan pilihan politik.
“Karena perbedaan partai politik dan pilihan politik adalah bagian dari Bhinneka Tunggal Ika, yaitu walaupun berbeda tetap satu sebagai bangsa,” ujarnya.
Dalam upayanya menciptakan pemilu yang damai, Penjabat Gubernur Nana Sudjana mengajak semua pihak, termasuk kepolisian, TNI, ASN, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh adat, untuk bekerja sama dan berkolaborasi. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi yang dapat mengancam kerukunan, persatuan, dan kesatuan.
Dalam kesempatan ini, perwakilan bupati dan wali kota se-Jateng, KPU Jateng, Bawaslu Jateng, serta perwakilan tokoh agama turut hadir. Doa bersama dilakukan oleh tujuh pemuka agama yang berbeda, mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi.
Kepala Kejaksaan Tinggi Jateng, I Made Suarnawan, menyampaikan peran tiga bidang di kejaksaan yang terlibat dalam pelaksanaan pemilihan umum, sementara Kapolda Jateng Ahmad Luthfi menekankan bahwa deklarasi damai merupakan bagian dari Operasi Mantap Brata untuk menciptakan pemilu yang aman dan damai.
Kapolda Jateng Ahmad Luthfi menambahkan, deklarasi damai merupakan bagian dari Operasi Mantap Brata, dalam menciptakan pemilu yang damai, termasuk doa bersama. Pihaknya menyiagakan pasukan sebanyak 22 ribu orang TNI-Polri yang disebar di 117 ribu TPS. Dari 117 ribu TPS ini terdiri 37 TPS sangat rawan, 545 TPS rawan, dan 116.720 TPS kurang rawan.
“Sehingga Jateng di bawah kendali Pak Pj Gubernur, kita TNI-Polri, dan Kejaksaan akan cepat melaksanakan pemilu,” pungkasnya.
Deklarasi pemilu damai juga telah dilakukan di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga seluruh komunitas, menandakan komitmen seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama pemilu 2024. (lna)

Leave a Reply