JoSS, BANYUMAS – Pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) angkat bicara terkait insiden jatuhnya wisatawan di The Geong Limpakuwus, Banyumas, Jawa Tengah, yang terjadi pada Rabu (25/10/2023).
Untuk diketahui dalam peristiwa tersebut, seorang wisatawan wanita meninggal dunia ditempat kejadian .
Chusmeru, pengamat pariwisata tersebut, meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali pembangunan wahana jembatan kaca seiring dengan peristiwa tragis ini.
Menurut Chusmeru, wahana jembatan kaca tersebut tidak hanya dinilai tidak aman dari segi konstruksi, tetapi juga tidak sesuai dengan prinsip pariwisata yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
“Pemerintah sebaiknya perlu mempertimbangkan kembali pembangunan jenis wahana wisata seperti ini,” katanya, seperti dikutip dari tempo.co.
Peristiwa jatuhnya dua wisatawan dari jembatan kaca di objek wisata The Geong Limpakuwus, Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah, telah menjadi pelajaran penting bagi para pemangku kebijakan sektor pariwisata.
Chusmeru menekankan bahwa keamanan, keselamatan, dan kenyamanan wisatawan harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan wahana-wahana pariwisata serupa.
Dalam konteks ini, Chusmeru juga menyoroti bahwa banyak jembatan kaca di berbagai objek wisata alam mengakibatkan distorsi visual, menghilangkan pemandangan alam yang indah, dan tidak sesuai dengan prinsip ekowisata dan keberlanjutan.
Peristiwa tragis di The Geong Limpakuwus pada 25 Oktober lalu melibatkan dua wisatawan, perempuan berinisial AI (41) yang mengalami luka-luka, dan FA (49) yang sayangnya meninggal dunia. Polisi telah mengambil rekaman kamera pemantau untuk menyelidiki insiden ini.
Pengelola wahana wisata tersebut juga turut menghadapi kritik terkait konstruksi dan pengamanan jembatan kaca. Mereka bekerja sama dengan koperasi Kokarnaba untuk mengelola aspek parkir. Meskipun telah ada komplain di media sosial yang mencapai 5% dari jumlah kunjungan, hingga saat ini, belum ada titik temu dengan pengelola terkait masalah tersebut.
Pengamat pariwisata dan sektor pariwisata secara keseluruhan menekankan pentingnya keamanan dan keselamatan wisatawan dalam upaya menciptakan pengalaman berwisata yang positif.
Seiring dengan insiden The Geong Limpakuwus, pemerintah dan pengelola objek wisata harus merenungkan kembali pembangunan wahana jembatan kaca serta menjalankan prinsip-prinsip pariwisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pengunjung. (lna)

Leave a Reply