JoSS, TEGAL – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali bergerak cepat dalam menyediakan bantuan berupa Beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), kali ini fokusnya adalah bagi 400 keluarga miskin di Kota Tegal.
Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan bantuan ini disalurkan sebagai upaya menstabilkan dan menurunkan harga beras di tengah berbagai tantangan ekonomi dan perubahan iklim yang mempengaruhi produksi pangan.
Dia menambahkan bahwa sebanyak 4 ton beras telah didistribusikan untuk 400 keluarga kurang mampu di Kota Tegal. Masing-masing keluarga menerima bantuan seberat 10 kg beras. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga-keluarga yang membutuhkan dalam mengatasi kenaikan harga beras yang terjadi akibat inflasi.
Nana menjelaskan bahwa beberapa faktor seperti perubahan iklim yang mengakibatkan kekeringan dan fenomena El Nino telah mengurangi produktivitas pangan, terutama beras, di beberapa daerah. Selain itu, faktor geopolitik dunia juga ikut memengaruhi perekonomian, yang memuncak pada kenaikan inflasi di Jawa Tengah sebesar 0,41 persen pada bulan September 2023.
Baca Juga: BUMD Jateng Kucurkan Dana Rp510 Juta Untuk Gerakan Pangan Murah di 17 Daerah
“Peningkatan harga beras dan gula dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan inflasi yang sangat terasa di masyarakat kita, mengingat beras dan gula merupakan kebutuhan pokok,” ungkap Nana Sudjana saat menyerahkan bantuan cadangan pangan secara simbolis di Pendapa Kota Tegal, Jumat (20/10/2023).
Dilansir dari jatengprov.go.id, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Bulog bekerja sama untuk menyediakan bantuan berupa cadangan beras secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkannya, khususnya bagi mereka yang berada dalam kategori miskin. Tujuan dari program ini adalah untuk menjaga stabilitas harga beras dan meringankan beban ekonomi masyarakat.
Selain memberikan bantuan beras, Pj Gubernur Nana Sudjana juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program empati building. Program ini mengajak masyarakat menengah ke atas untuk berkolaborasi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan atau terdampak oleh situasi ekonomi yang sulit.
“Program empati building ini bisa dipraktikkan di sini. Mari kita membangun rasa empati dan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan,” tambah Nana.
Bantuan beras cadangan ini tidak hanya menjadi upaya penstabilan harga beras, tetapi juga mencerminkan peran aktif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menghadapi tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
Semoga bantuan ini membantu meringankan beban keluarga-keluarga miskin di Kota Tegal dan memberikan inspirasi bagi sektor lainnya untuk memberikan kontribusi positif dalam mengatasi masalah serupa. (lna)

Leave a Reply