JoSS, BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menghadapi peningkatan signifikan dalam kasus diabetes tipe 2. Hingga akhir September 2023, data dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Didiet Wisnuhardanto, mencatat sebanyak 9.304 warga terdiagnosa menderita diabetes melitus, meningkat dari 7.838 kasus pada tahun sebelumnya.
Menurut Didiet Wisnuhardanto, beberapa faktor di balik peningkatan kasus diabetes tipe 2 ini melibatkan kebiasaan dan pola hidup masyarakat. Kurangnya aktivitas fisik, diet yang tidak seimbang dengan konsumsi gula berlebihan, pola makan yang tidak teratur, dan asupan kalori berlebihan menjadi beberapa penyebab utama.
“Oleh karena itu, upaya yang perlu dilakukan untuk mencegah penyakit diabetes ini adalah menerapkan pola hidup sehat, istirahat cukup dengan tidur 7-8 jam sehari, berpikiran positif, serta mengelola stres dengan rekreasi,” ujarnya, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (14/10/2023).
Baca Juga: Delapan Formasi PPPK di Batang Masih Kosong, Terutama di Bidang Kesehatan dan Teknis
Aditya Rakhmandanu, Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa, menekankan bahwa para penderita diabetes tipe 2 harus meninggalkan kebiasaan buruk seperti merokok dan menghindari asap rokok di dalam ruangan.
Selain itu, ia juga memberikan beberapa saran kepada penderita diabetes:
- Berolahraga minimal 30 menit per hari, 3-5 kali per minggu.
- Mengurangi makanan atau minuman yang mengandung kadar gula tinggi atau pemanis buatan.
- Batasi konsumsi gula agar tidak melebihi 4 sendok makan per orang per hari.
Diabetes melitus tipe 2 seringkali muncul akibat kombinasi faktor keturunan dan faktor lingkungan. Faktor keturunan yang dimaksud di sini bukan hanya peran genetik, tetapi juga melibatkan gaya hidup yang diadopsi bersama dalam keluarga.
Pola makan yang tidak teratur, kurangnya kesempatan untuk berolahraga karena keterbatasan akses, atau kurangnya budaya olahraga di dalam keluarga dapat menjadi pemicu diabetes tipe 2. Selain itu, terdapat kaitan antara faktor keturunan dan diabetes gestasional, di mana bayi yang lahir dari ibu hamil dengan diabetes gestasional berisiko mengalami diabetes tipe 2, obesitas, dan penyakit jantung.
Pemerintah Kabupaten Batang bersama dengan Dinas Kesehatan setempat terus menggalakkan kampanye kesadaran akan bahaya diabetes tipe 2 dan mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan dan penanganannya. Diharapkan dengan upaya yang bersifat preventif dan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, angka kasus diabetes tipe 2 di Kabupaten Batang dapat ditekan. (lna)

Leave a Reply