RI Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Tiga Negara Kepulauan Kecil

Kerja Sama Ekonomi RI
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, dan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Eksternal Kepulauan Solomon, Jeremiah Manele, telah bertemu di sela Pertemuan Tingkat Menteri ke-5 Negara-negara Kepulauan dan Pulau Kecil (Archipelagic and Island States Forum/AIS Forum) di Bali (10/10).(kemlu.go.id)

JoSS, NUSA DUA – Pemerintah Indonesia telah sepakat untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan tiga negara kepulauan kecil, yaitu Cabo Verde, Kepulauan Solomon, dan Papua Nugini. Kesepakatan ini diumumkan dalam serangkaian pertemuan bilateral yang melibatkan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, dengan pejabat negara-negara tersebut di Bali.

Dalam pertemuan dengan Menteri Negara Bidang Luar Negeri Cabo Verde, Miryan Viera, Menlu Retno menyambut usulan untuk bekerja sama dalam sektor ekonomi biru, infrastruktur, dan pariwisata. Ketiga sektor tersebut dianggap sebagai prioritas bagi Cabo Verde.

Retno berkomitmen untuk memfasilitasi pertemuan antara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia dengan Menlu Viera guna membahas peluang kerja sama lebih lanjut di bidang pariwisata.

Selain itu, Indonesia dan Cabo Verde sepakat untuk segera membahas Perjanjian Konsultasi Bilateral dan Perjanjian Bebas Visa untuk Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas antara kedua negara.

Baca Juga: Indonesia dan Jepang Jajaki Kerja Sama di Bidang Farmasi dan Alat Kesehatan

Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Eksternal Kepulauan Solomon, Jeremiah Manele, pembahasan terkait kerja sama ekonomi biru menjadi salah satu topik utama.

Manele mengapresiasi kerja sama yang telah berjalan baik dengan Indonesia dalam berbagai program peningkatan kapasitas, terutama di bidang olahraga, kesehatan, dan pendidikan sesuai dengan prioritas pembangunan Kepulauan Solomon.

Kepulauan Solomon juga mengajak Indonesia untuk meningkatkan kerja sama kepolisian, khususnya dalam menangani kejahatan transnasional.

Selain itu, dalam pertemuan dengan Menteri National Events dan Asisten Perdana Menteri untuk Urusan Luar Negeri Papua Nugini, Justin Tkatchenko, kedua menteri menekankan hubungan erat antara kedua negara. Hubungan tersebut telah semakin kuat, dengan kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Port Moresby dan kunjungan Perdana Menteri Papua Nugini, James Marape, ke Jakarta tahun ini.

Kedua menteri sepakat untuk terus menguatkan kerja sama ekonomi, termasuk di wilayah perbatasan. Indonesia juga mendorong peningkatan kerja sama di kerangka Kelompok Kerja Sama Negara Melanesia (MSG) dan Forum Negara Kepulauan Pasifik (PIF) untuk menghadapi tantangan di kawasan.

Indonesia telah menyampaikan keinginan untuk membentuk perjanjian dagang dengan Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) sejak 2017 dengan harapan dapat menjadi mitra dagang yang potensial bagi ECOWAS dan menjadi hub untuk memasuki pasar ASEAN.

“Dengan populasi 280 juta jiwa, Indonesia akan menjadi mitra dagang yang potensial bagi ECOWAS, sekaligus menjadi hub untuk memasuki pasar ASEAN,” kata Retno, dikutip dari Antara.

Menlu Retno dan Menlu Tkatchenko juga sepakat untuk terus menguatkan kerja sama ekonomi, termasuk di wilayah perbatasan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*