
JoSS, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terus berupaya membangun dan memperkuat toleransi serta kerukunan umat beragama, sebagai langkah untuk menjaga kondusifitas wilayahnya, terutama di tahun politik.
Hal itu diungkapkan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs Nana Sudjana, saat menerima kunjungan Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah, Musta’in Ahmad, di Semarang pada tanggal 19 Oktober 2023.
“Saya titip untuk bersama-sama meningkatkan kerukunan umat beragama dan toleransi di Jawa Tengah,” kata Nana Sudjana.
Dalam pertemuan tersebut, Nana Sudjana juga mengungkapkan pentingnya sinergi antara berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, dalam menjaga kerukunan dan toleransi di Jawa Tengah.
Terutama dalam konteks tahun politik, di mana potensi polarisasi di masyarakat dapat muncul, Nana Sudjana menekankan peran penting Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam mempromosikan toleransi dan saling menghormati perbedaan.
Baca Juga: 5.238 Orang Lolos Seleksi Administrasi PPPK Pemprov Jateng, Pelamar Diimbau Waspada Penipuan
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Musta’in Ahmad, menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dalam menjaga kerukunan umat beragama. Ia mencatat pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi, terutama selama tahapan pemilu 2024. Musta’in Ahmad mengingatkan bahwa pemilu adalah pesta demokrasi dan harus disambut dengan semangat positif serta antusiasme.
“Semua sepakat bahwa pemilu adalah pesta demokrasi. Namanya pesta, harus menggembirakan. Namanya demokrasi, artinya meniscayakan perbedaan. Jadi kita hargai perbedaan,” kata Musta’in.
Dalam pertemuan tersebut, Musta’in Ahmad juga melaporkan persiapan peringatan Hari Santri tingkat provinsi yang akan diselenggarakan di Kabupaten Demak. Acara tersebut akan mencakup apel Hari Santri yang diikuti oleh sekitar 15 ribu santri, dengan Pj Gubernur Jawa Tengah sebagai inspektur apel.
Hari Santri tahun ini mengangkat tema “Jihad Santri Jayakan Negeri.” Tema ini mengingatkan semangat para kiai, ulama, dan santri dalam menjaga kemerdekaan Indonesia melalui jihad ilmu, teknologi, dan penguatan karakter.
“Jihad kali ini adalah jihad untuk mengisi kemerdekaan, melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan karakter kepribadian Indonesia. Ini yang harus terus kita gelorakan untuk membuat Indonesia jaya,” ujar Musta’in Ahmad.
Kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Agama merupakan langkah strategis dalam memelihara harmoni dan kerukunan antarumat beragama di wilayah ini. (lna)

Leave a Reply