Mahasiswa UNSOED Ciptakan Protaclast, Minuman Suplemen Tinggi Protein untuk Pencegahan Stunting

Protaclast
Tim mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) telah menciptakan inovasi baru yang bernama "Protaclast," sebuah minuman suplemen tinggi protein yang dikembangkan untuk pencegahan stunting pada anak-anak. (foto: unsoed.ac.id)

JoSS, PURWOKERTO – Tim mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) telah menciptakan inovasi baru yang bernama “Protaclast,” sebuah minuman suplemen tinggi protein yang dikembangkan untuk pencegahan stunting pada anak-anak. Tim ini terdiri dari lima mahasiswa, yaitu Iffah, Aji, Rara, Hanafi, dan Indah.

Protaclast merupakan produk yang memiliki kandungan protein tinggi mencapai 80% dan diformulasikan dengan tambahan rempah-rempah temulawak, menjadikannya tidak hanya efektif untuk pencegahan stunting tetapi juga sebagai penambah nafsu makan anak.

Ide pembuatan Protaclast bermula dari kekhawatiran tim mahasiswa terhadap tingginya angka stunting di Indonesia, yang mencapai lebih dari 23%, melebihi batas maksimal 20% yang ditetapkan oleh WHO.

Angka stunting yang tinggi berdampak buruk pada perkembangan anak saat dewasa. Terlebih lagi, masih terdapat anak-anak yang kekurangan asupan protein yang cukup, meskipun pemerintah gencar melaksanakan program penanggulangan stunting menuju Indonesia emas 2045.

Baca Juga: UNSOED Jalin Kerja Sama Dengan 3 Perusahaan Jepang untuk Peningkatan Pendidikan dan Magang Mahasiswa

Salah satu anggota tim, Iffah, menjelaskan bahwa Tim PKM UNSOED terdorong untuk menciptakan Protaclast sebagai salah satu solusi untuk mengatasi masalah stunting. Produk ini telah melalui uji kadar protein di laboratorium Teknologi Pangan UNSOED dengan hasil yang sangat memuaskan, menunjukkan kandungan protein mencapai 80%.

“Kandungan protein tinggi diperoleh dari ikan lele yang diolah secara khusus untuk mempertahankan kandungan proteinnya agar tidak rusak. Protaclast juga dilengkapi dengan penambahan madu dan temulawak untuk meningkatkan nafsu makan anak serta memberikan efek antioksidan dari madu, sehingga meningkatkan kekebalan tubuh terhadap bakteri dan virus,” jelas Iffah, dikutip dari unsoed.ac.id.

Yang menarik, meskipun menggunakan bahan dasar ikan lele, Protaclast berhasil menghilangkan bau amis yang biasanya terkait dengan ikan lele. Hal ini dicapai melalui pengolahan khusus dan menjaga kebersihan sanitasinya. Produk ini membuktikan bahwa suplemen berbahan dasar ikan lele tidak hanya tinggi protein tetapi juga enak dan bebas dari aroma amis yang mengganggu.

Protaclast menjadi salah satu produk dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UNSOED yang mendapatkan dukungan dana dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Prof. Dr. Hery Winarsi selaku dosen pembimbing berharap bahwa Protaclast dapat membantu pemerintah dalam upaya penurunan angka stunting di Indonesia, serta menginspirasi mahasiswa lain untuk melakukan penelitian yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Penelitian mengenai Protaclast telah dimulai sejak Juni 2023 melalui tahapan yang memakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk merumuskan formula terbaik dengan tinggi kandungan protein. Produk ini tersedia dalam tiga varian rasa, yaitu original, strawberry, dan anggur, sehingga menjadi alternatif yang menarik bagi anak-anak yang membutuhkan suplemen nutrisi yang lezat. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*