JoSS, JOGJA – Mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) telah berhasil menciptakan sebuah inovasi terkini di bidang peternakan dengan mengembangkan alat pemberi pakan ternak ayam otomatis yang dinamai “Simar“.
Alat canggih ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam proses pemberian pakan ternak ayam, khususnya bagi peternak skala menengah ke bawah di Indonesia.
Muhammad Rizky Mahfud, ketua tim pengembang Simar, menjelaskan bahwa alat ini merupakan solusi bagi peternak ayam yang masih menghadapi kendala dalam mengadopsi teknologi modern. Sementara peternak ayam skala besar telah lama memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas mereka, peternak skala menengah ke bawah masih menghadapi kesenjangan teknologi yang signifikan.
“Simar hadir untuk menjawab permasalahan tersebut. Kami ingin memberikan bantuan kepada peternak ayam skala menengah ke bawah agar mereka juga dapat memanfaatkan teknologi modern dalam usaha peternakan mereka,” ujar Muhammad Rizky Mahfud, seperti dikutip dari ugm.ac.id.
Menurutnya, teknologi ini sangat penting mengingat populasi ayam ras pedaging di Indonesia terus meningkat, mencapai 279.117.222 ekor dalam satu tahun terakhir. Teknologi yang efisien dalam pemberian pakan ayam menjadi kunci untuk memenuhi permintaan yang semakin meningkat.
Simar, yang dikembangkan oleh Muhammad Rizky Mahfud dan timnya, yaitu Abdan Sirajuddin, Dharmawan Satria Pambudi, Erwin Yulianto, dan Ahmad Iqbal Baihaqi, didanai melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemendikbudristek 2023. Proses pengembangan alat ini juga mendapat bimbingan dari Ir. Ma’un Budiyanto, S.T., M.T.
Abdan Sirajuddin, anggota tim pengembang, menambahkan bahwa Simar mampu menampung hingga 60 kg pakan ayam, cukup untuk digunakan selama 3-4 hari. Selain itu, proses distribusi pakan ayam dapat dikontrol melalui aplikasi yang dapat diunduh di smartphone pengguna, sehingga meningkatkan efisiensi peternak ayam.
“Simar juga dilengkapi dengan berbagai sensor, seperti sensor pendeteksi volume pakan ayam, sensor suhu, dan pewaktuan secara real time yang tertampil pada LCD di body alat,” tambah Abdan.
Diharapkan Simar dapat diproduksi secara massal di masa yang akan datang untuk membantu peternak ayam, terutama kalangan menengah ke bawah, dalam memajukan usaha peternakan mereka. Inovasi ini diharapkan bisa memberikan kontribusi signifikan bagi industri peternakan di Indonesia serta meningkatkan kesejahteraan peternak. (lna)

Leave a Reply