JoSS, SOLO – Selter Manahan di Solo, mulai menjalani proses sterilisasi atau pembersihan area dari pedagang kaki lima mulai 25 Oktober 2023. Hal ini dilakukan, dalam rangka persiapan penyelenggaraan Piala Dunia U-17 yang dijadwalkan berlangsung dari 10 November hingga 2 Desember mendatang.
Heru Sunardi, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, menjelaskan bahwa proses sterilisasi Selter Manahan akan berlangsung hingga tanggal 5 Desember. Piala Dunia U-17 adalah salah satu ajang olahraga internasional yang menjadi sorotan, dan sterilisasi tersebut bertujuan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan turnamen tersebut.
Dalam konteks ini, pihak berwenang telah mengirimkan edaran resmi kepada paguyuban pedagang yang beroperasi di Selter Manahan agar segera mengosongkan area dagang mereka. “Seluruh pedagang harus mengosongkan lokasi dagang masing-masing karena akan digunakan untuk mendukung Piala Dunia U-17,” ujar Heru Sunardi, sebagaimana dikutip dari Antara, Minggu (22/10/2023).
Baca Juga: Mau Nonton Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17 2023? Begini Cara Beli Tiketnya
Dia menjelaskan proses pengosongan area juga dilakukan di Shelter Kota Barat dan lokasi para pedagang kaki lima (PKL) di Halaman Gedung Wanita Manahan yang berada di sudut belakang Stadion Manahan.
“Kami sterilkan dulu, otomatis kalau pedagang setempat sudah meliburkan diri tentu lokasinya juga tidak boleh dipakai pedagang yang lain,” katanya.
Menurutnya, Aturan sterilisasi ini berlaku pula untuk pedagang kaki lima di berbagai venue pendamping seperti Stadion Sriwedari, Lapangan Kota Barat, Lapangan Sriwaru, dan Lapangan Banyuanyar.
Heru Sunardi menegaskan bahwa para pedagang diizinkan untuk kembali berjualan di lokasi tersebut setelah pelaksanaan Piala Dunia U-17 berakhir. Sebagai tindak lanjut, pemerintah setempat telah menyiapkan petugas untuk memantau lokasi Selter Manahan dan venue pendamping lainnya.
Koko Kuncoro, Ketua Paguyuban Pedagang Selter Manahan, telah memberikan informasi terkait sterilisasi ini kepada para pedagang.
“Sudah saya infokan melalui grup WhatsApp internal pedagang. Sejauh ini belum ada yang mengeluh atau menyampaikan protes, tapi kami berharap bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah selama kami libur,” kata Koko Kuncoro.
Keinginan tersebut merujuk pada bantuan atau kompensasi yang mungkin dibutuhkan oleh para pedagang selama periode sterilisasi lokasi dagang mereka. (lna)

Leave a Reply