Federasi Wing Chun Indonesia Bakal Gelar Kejuaraan Wing Chun Indonesia di UIN Walisogo November Mendatang

Federasi Wing Chun Indonesia mengadakan seminar Wing Chun di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang. (foto: walisongo.ac.id)

JoSS, SEMARANG – Semarang – Federasi Wing Chun Indonesia mengadakan seminar Wing Chun di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, dengan tujuan memperkenalkan cabang beladiri ini kepada mahasiswa.

Acara seminar tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Federasi Wing Chun Indonesia, beberapa atlet Wing Chun yang telah meraih prestasi internasional, dan tim Federasi.

Maulana Zaenal, SE., MM, selaku Sekjen Wing Chun Indonesia, menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan untuk menggelar seminar di UIN Walisongo Semarang. “Tujuan dari seminar ini adalah untuk memperkenalkan beladiri Wing Chun kepada kalangan mahasiswa,” jelasnya.

Selain itu, Federasi Wing Chun Indonesia juga berencana menggelar Kejuaraan Wing Chun Indonesia pada tanggal 10-12 November 2023 di UIN Walisongo Semarang, yang diperkirakan akan diikuti oleh lebih dari 500 peserta.

Kejuaraan ini juga akan dihadiri oleh Ketua Umum Wing Chun Indonesia, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, serta diharapkan akan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Pelaksana Tugas Gubernur Jawa Tengah, dan Walikota Semarang.

Maulana Zaenal juga menyampaikan harapan besar agar mahasiswa UIN Walisongo Semarang dapat bergabung dalam Federasi Wing Chun Indonesia, sehingga mereka dapat ikut serta dalam mengembangkan beladiri Wing Chun.

Nurrohman, S.Ag. S.Pd., MM, Kabag Akademik dan Kemahasiswaan UIN Walisongo, mengapresiasi inisiatif Federasi Wing Chun Indonesia dalam menggelar seminar ini. “Harapannya, kegiatan ini akan mendorong mahasiswa untuk mengeksplorasi hal-hal baru,” katanya seperti dikutip dari walisongo.ac.id.

Beladiri Wing Chun, yang populer melalui film-film seperti “Ip Man,” dapat memberikan semangat dan motivasi bagi mahasiswa dalam hal fisik dan rohani. Selain itu, seminar ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan ilmu dari para atlet Wing Chun, yang bisa memotivasi mahasiswa untuk meraih prestasi hingga tingkat internasional.

Wing Chun adalah jenis beladiri yang tidak mengenal batasan usia dan dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk wanita dan orang tua. Beladiri ini mengutamakan gerakan refleks dan fokus pada teknik siku tangan daripada kekuatan fisik. Dikembangkan oleh seorang pendeta perempuan dari Hong Kong yang bernama Ng Mui, Wing Chun telah menjadi beladiri yang populer dan efektif.

Seminar ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa UIN Walisongo untuk lebih mengenal dan memahami beladiri Wing Chun serta menginspirasi mereka untuk menjalani latihan dan menguasai teknik-teknik beladiri ini. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*