Batang Dorong Masyarakat Kembangkan Tanaman Pangan Cepat Panen untuk Ketahanan Pangan

Tanaman Cepat Panen
Ilustrasi tanaman cepat panen (Foto: ValentynVolkov/Getty Images)

JoSS, BATANG  – Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terus menggencarkan program tanaman pangan cepat panen di kalangan masyarakat, khususnya petani, dengan memanfaatkan pekarangan kosong sebagai langkah strategis untuk membentuk ketahanan pangan dan mengendalikan laju inflasi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santosa, menyatakan upaya ini sebagai respons atas kenaikan harga pangan di pasaran.

 Ia menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan dengan memanfaatkan pekarangan kosong untuk menanam tanaman pangan cepat panen seperti cabai, pisang, sayuran, dan jenis palawija.

“Dengan memanfaatkan pekarangan kosong ini, masyarakat dapat memproduksi hasil panen palawija dan sayuran untuk kebutuhan konsumsi sendiri serta memiliki potensi untuk menjual ke surplus. Inisiatif ini memiliki potensi besar untuk membantu menstabilkan harga kebutuhan pokok dan secara bersamaan menekan laju inflasi,” ujar Wahyu, Jumat (6/10/2023) seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: Semarang Ajak Warga Budidayakan Melon Untuk Pengembangan Potensi Wisata dan Ketahanan Pangan

Menurutnya, pertanian cabai, pepaya, dan jenis palawija memiliki siklus panen yang lebih singkat dibandingkan dengan tanaman padi yang membutuhkan waktu sekitar 3,5 bulan untuk panen. Oleh karena itu, memilih untuk menanam tanaman cepat panen dapat menjadi solusi efektif dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Wahyu Budi Santosa juga menjelaskan bahwa gerakan menanam tanaman jenis sayuran, buah-buahan, dan palawija adalah langkah awal untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Batang dan secara simultan mengatasi masalah inflasi.

“Kami mengajak satuan tugas ketahanan pangan untuk bekerja lebih keras karena komoditas yang terdampak adalah tanaman padi yang lahannya sudah dialihfungsikan,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa Kabupaten Batang merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang sudah menerapkan kartu tani secara menyeluruh, meskipun program ini bukan proyek percontohan (pilot project).

Dengan program tersebut, Kabupaten Batang telah mengambil langkah-langkah konkret dalam upaya memajukan sektor pertanian dan ketahanan pangan di tingkat lokal. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*