JoSS, HANGZHOU – Pemerintah Indonesia akan memberikan hadiah berupa rumah tinggal kepada para atlet yang berhasil meraih medali dalam Asian Para Games 2023 di Hangzhou, China, yang berlangsung pada 20-28 Oktober.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengumumkan kebijakan ini saat mengunjungi para atlet di Hangzhou pada hari Sabtu (28/10/2023). Pemberian rumah tersebut akan dilakukan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Pemerintah Indonesia telah mendapatkan persetujuan dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono atas rencana ini, yang sejalan dengan komitmen Presiden Joko Widodo. Pemberian rumah tidak akan didasarkan pada jumlah medali yang diraih oleh kontingen, melainkan akan diberikan secara individu kepada setiap atlet yang meraih medali.
“Saya pastikan bahwa pemberian rumah tidak tergantung pada jumlah medali yang diraih oleh atlet, melainkan diberikan secara perorangan. Semua atlet yang meraih medali akan mendapatkan rumah tinggal yang sesuai dengan tempat domisili masing-masing,” katanya, Sabtu (28/10/2023).
Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo memastikan bahwa bonus rumah untuk para atlet akan cair. Ia menyambut para atlet yang pulang dari China di Bandara Adi Soemarmo pada hari Minggu dan menyatakan apresiasi atas konsistensi dan semangat para atlet.
Dengan capaian ini, Dito Ariotedjo berharap ada persiapan regenerasi atlet, terutama untuk atlet para, serta fokus pada pengembangan inklusif. Ia juga mengingatkan para atlet untuk mengelola bonus dengan baik, sesuai pesan Presiden.
“Terimakasih kami ucapkan pada seluruh kontingen Indonesia. Terimakasih sudah menyemangati dan terimakasih karena kontingen Indonesia selama ini konsisten,” kata Dito dalam sambutannya.
Dalam Asian Para Games 2023 di Huangzhou, China ini, Indonesia mendapatkan peringkat keenam. Capaian ini melampaui target yang ditentukan oleh pemerintah yang mematok atlet Paragames di peringkat 10 besar. Sementara kontingen Indonesia memperoleh peringkat enam besar dengan perolehan 29 medali emas, 30 medali perak dan 36 medali perunggu.
“Kita hattrick juara umum di Asean, kalian ke sana bukan hanya datang sebagai Indonesia, tapi juga datang sebagai pemimpin di Asia Tenggara. Kita hanya kalah sedikit di bawah India,” katanya.
Dengan capaian prestasi atlet Paragames ini, Dito berharap segera dipersiapkan regenerasi atlet. Khususnya atlet para dimana Indonesia juga fokus untuk pengembangan yang inklusif.
“Tenang aja bonus ada dan yang paling penting kalau dapat, dikelola dan disimpan dengan baik. Ini juga pesan presiden. Kalian sudah membanggakan dan membawa harum merah putih,” ujarnya.
Ketua National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny Marbun mengakui bahwa prestasi ini adalah hasil dukungan penuh dari Presiden Joko Widodo, yang telah berani menyamakan hak para atlet difabel dengan saudara-saudara mereka yang non-difabel.
Selain itu, Chief de Mission (CdM) Angela Tanoesoedibjo mengungkapkan bahwa Indonesia juga berhasil memecahkan 13 rekor, termasuk delapan rekor Asia Para Games, tiga rekor ASEAN, dan dua rekor dunia. Prestasi ini merupakan bukti nyata dari kesuksesan Indonesia di kancah internasional, terutama dalam Asean Para Games.
Semoga prestasi ini menjadi dorongan bagi atlet Indonesia untuk terus berkembang dan berprestasi di masa depan, sambil tetap membanggakan merah putih.
Dalam Asian Para Games 2023 di Huangzhou, China ini, Indonesia mendapatkan peringkat keenam. Capaian ini melampaui target yang ditentukan oleh pemerintah yang mematok atlet Paragames di peringkat 10 besar. (lna)

Leave a Reply