Ancaman Keselamatan Perjalanan KA, PT KAI Ingatkan Warga Tak Bakar Sampah Di Sepanjang Rel

Bakar Sampah Jalur Rel
Manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto kembali mengingatkan warga untuk tidak membakar sampah dan benda-benda lain di sepanjang jalur rel kereta api (Istimewa)

JoSS, PURWOKERTO – Manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto kembali mengingatkan warga untuk tidak membakar sampah dan benda-benda lain di sepanjang jalur rel kereta api.

Tindakan ini diingatkan karena bisa membahayakan perjalanan kereta api serta mengganggu keselamatan penumpang.

Daniel Johannes Hutabarat, Kepala PT KAI (Persero) Daop 5 Purwokerto, menyampaikan bahwa pada Rabu sore, masinis KA 68 Taksaka relasi Gambir-Yogyakarta melaporkan adanya oknum yang membakar rumput di dekat jalur rel sekitar KM 355+9, antara Stasiun Purwokerto dan Stasiun Notog.

Selain itu, pada hari Senin (9/10/2023), Pusat Pengendali Operasi KA (Pusdal Opka) Daop 5 juga menerima laporan mengenai oknum yang menebang pohon sambil membakar sampah dan rumput di sisi jalur rel KM 393+4/5, antara Stasiun Maos dan Stasiun Sikampuh.

Baca Juga: PT KAI Perbaiki Fasilitas Jalur Rel Guna Meningkatkan Akses Layanan Solo-Wonogiri

“Membakar sampah, rumput, dan sejenisnya di dekat jalur rel kereta api, yang termasuk dalam ruang manfaat jalan, dapat mengganggu pandangan masinis,” jelas Daniel Johannes Hutabarat, seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, suhu panas yang dihasilkan dari pembakaran tersebut berpotensi merusak kabel optik yang terletak di bawah tanah sepanjang jalur rel. Kabel optik ini sangat penting karena digunakan sebagai persinyalan yang menjamin keselamatan perjalanan kereta api.

Apabila kabel optik ini rusak, maka sinyal persinyalan akan terganggu, yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api.

Perilaku membuang sampah sembarangan di dekat jalur rel juga bisa menghambat aliran air di drainase, yang dapat mengakibatkan banjir dan membuat tekstur tanah di sekitarnya menjadi labil terutama saat musim hujan.

Dalam konteks ini, KAI dengan tegas tidak mendukung tindakan membakar sampah, rumput, atau membuang sampah di sepanjang jalur rel. Manajemen PT KAI telah melakukan upaya sosialisasi kepada warga sekitar jalur rel tentang masalah ini. Selain itu, mereka juga melakukan patroli dan memasang spanduk yang berisi larangan membuang dan membakar sampah di sepanjang jalur rel.

Semua upaya ini dilakukan dengan tujuan utama, yaitu menjaga keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api. Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama, dan Daniel Johannes Hutabarat meminta semua pihak untuk bersama-sama menjaga agar tidak terjadi tindakan yang berpotensi membahayakan dan mengganggu perjalanan kereta api.

Sebelumnya, insiden serupa terjadi pada 11 Agustus 2023, di mana oknum juga membakar rumput di dekat jalur rel. Tindakan semacam ini memang harus dihindari agar perjalanan kereta api tetap aman dan lancar. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*