‘Wastra Nusantara dan Funky Kebaya’ Meriahkan Festival Kota Lama Semarang

Wastra Kota Lama Semarang
Istimewa

GEDUNG Oudetrap di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, menjadi saksi keindahan puluhan wastra dari 26 daerah di Indonesia yang dipamerkan oleh perancang busana Samuel Wattimena. Pameran ini merupakan bagian dari Festival Kota Lama yang berlangsung dari 7 hingga 17 September 2023.

Wastra, yang merujuk pada kain tradisional Indonesia yang terdiri dari kain batik, kain ikat, kain songket, dan kain tenun, menjadi pusat perhatian dalam pameran tersebut. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, atau yang akrab dipanggil Ita, menjelaskan pentingnya pameran ini dalam mengenalkan keragaman budaya Nusantara kepada generasi muda.

“Ini merupakan rangkaian Festival Kota Lama. Yang istimewa, ada pameran kain seluruh Indonesia yang ditampilkan dari koleksi Samuel Wattimena,” ujar Ita, seperti dikutip dari Antara.

Melalui pameran ini, diharapkan generasi muda dapat memahami beragam budaya Nusantara, terutama kain tradisional yang memiliki keunikan dari setiap daerah. Ita menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya, terutama karena banyak perajin kain tradisional di berbagai daerah yang sudah lanjut usia.

Baca Juga: Kota Lama Semarang Jadi Pusat Penyelenggaraan Rakernas X JKPI, Tawarkan Kemegahan Arsitektur Eropa di Masa Lalu

“Dari pameran ini bisa dilihat dan diketahui, utamanya generasi muda ya. Sekarang, perajin sudah sepuh, sudah tua, tentunya harus ada regenerasi,” katanya.

Selain mempromosikan warisan budaya, pameran ini juga memberikan peluang kepada penyandang difabel dalam dunia kerajinan. Kain hasil karya mereka juga ditampilkan, dengan harapan dapat mendukung perekonomian kelompok berkebutuhan khusus.

“Ini juga ada dari difabel, sehingga ini bisa membangkitkan perekonomian teman-teman yang berkebutuhan khusus, jahitannya bagus-bagus, ada tenun, ada batik,” ungkap Ita.

Pameran “Wastra Nusantara dan Funky Kebaya” juga diharapkan dapat mendukung pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), setelah masa pandemi COVID-19.

“Diharapkan ini juga bisa menggerakkan roda perekonomian. Kami berharap setelah pandemi COVID-19, pelaku usaha bisa bangkit kembali, bisa melakukan kegiatan, pastinya bisa menjadikan masyarakat semakin sejahtera,” tambahnya.

Samuel Wattimena menambahkan bahwa pameran di Gedung Oudetrap kawasan Kota Lama Semarang ini menampilkan beragam jenis wastra, dengan kain tenun dari Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi yang paling banyak. Selain itu, terdapat juga kain dari NTB, Bali, Kalimantan, serta tidak ketinggalan, batik Semarang yang turut menghiasi pameran ini.

“Ini semua dari 26 daerah. Dari Semarang ada batik Semarang, harus ada. Karena batik Semarang dengan wastra-wastra lainnya dari berbagai daerah sejajar,” tutur Samuel Wattimena.(lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*