Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur 2023 Capai Kesepakatan Penting Soal Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kawasan

Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur 2023
KTT ke-18 Asia Timur di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (07/09/2023). (Foto: Media Center KTT ASEAN 2023/Aditya Pradana Putra/pras)

JoSS, JAKARTA – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Timur atau East Asia Summit (EAS) ke-18 yang baru-baru ini berlangsung telah menghasilkan sejumlah keputusan penting, termasuk dalam bidang ketahanan pangan dan manfaat ekonomi bagi kawasan. Keputusan-keputusan ini diresmikan dalam “Chairman’s Statement of The 18th East Asia Summit.”

KTT EAS 2023 kembali mengonfirmasi komitmen mereka untuk menerapkan Deklarasi EAS 2013, yang bertujuan untuk menggali cara-cara meningkatkan kerja sama dalam meningkatkan ketahanan pangan di seluruh negara anggota EAS.

EAS juga menyoroti pentingnya meningkatkan ketahanan pangan dan gizi melalui implementasi Kerangka Kerja Ketahanan Pangan Terintegrasi ASEAN (AIFS) yang baru dan Rencana Aksi Strategis Ketahanan Pangan (SPA-FS) 2021-2025.

Baca Juga: Australia Tambah Pendanaan untuk Kemitraan Iklim dan Infrastruktur dengan Indonesia

Salah satu poin yang diungkapkan dalam pernyataan ketua EAS adalah terkait rencana implementasi Deklarasi Pemimpin ASEAN tentang Penguatan Keamanan Pangan dan Gizi dalam Respons Krisis pada tahun 2023, hal ini menunjukkan tekad kuat untuk memastikan ketahanan pangan di kawasan.

Kami menantikannya terhadap Implementasi Deklarasi Pemimpin ASEAN tentang Penguatan Pangan Keamanan dan Gizi dalam Respons Krisis pada 2023,” bunyi chairman’s statement tersebut, dikutip Kamis (7/9/2023).

Selain itu, EAS memberikan dukungan penuh terhadap Rencana Aksi ASEAN untuk menerapkan Panduan Regional ASEAN tentang Pertanian Berkelanjutan. Panduan ini akan mengidentifikasi langkah-langkah praktis dalam memperkuat rantai pasok pangan dan sistem logistik lokal, regional, dan global untuk menjamin ketahanan pangan dan gizi di tingkat regional maupun global.

Selain aspek ketahanan pangan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menyampaikan hasil KTT ASEAN ke-43, yang menghasilkan manfaat ekonomi yang signifikan. Keputusan tersebut mencakup deklarasi dari para pemimpin ASEAN mengenai “epicentrum of growth,” pengembangan ekosistem kendaraan listrik, percepatan cross-border payment, dan local currency transaction. Semua ini telah menghasilkan 93 proyek senilai US$38,2 miliar yang memberikan dampak positif bagi perekonomian dan masyarakat.

Kesimpulannya, KTT EAS 2023 telah memberikan perhatian yang signifikan terhadap ketahanan pangan dan manfaat ekonomi, menunjukkan tekad untuk memajukan kerja sama regional dalam menghadapi tantangan ini.

 “Ini konkret menghasilkan 93 proyek senilai US$38,2 miliar. Ini adalah kerja konkret yang bermanfaat untuk rakyat,” kata Jokowi dalam konferensi pers di Jakarta Convention Centre, Kamis (7/9/2023). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*