Kawasan Hutan di Lereng Sumbing Terbakar, Pendaki Dievakuasi

lereng gunung sumbing
Kawasan hutan petak 29-2 di lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, masih terus dilanda kebakaran hingga hari Sabtu, 2/9/2023, (Dokumentasi BNPB)

JoSS, WONOSOBO – Kawasan hutan petak 29-2 di lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, masih terus dilanda kebakaran hingga hari Sabtu. Para relawan, termasuk unsur TNI, Polri, BPBD, Perhutani, dan masyarakat, bekerja keras untuk memadamkan api yang masih berkobar.

Bambang Triyono, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonosobo, menginformasikan bahwa titik api masih aktif di petak 29-2, sementara di petak 29-1 api sudah berhasil dipadamkan. “Di wilayah Banyumudal, api telah berhasil dipadamkan, namun di wilayah Lamuk, masih terdapat titik api yang menyala. Karena itu, kami beralih ke arah barat menuju Lamuk,” ucapnya pada Sabtu (2/9/2023).

Kondisi medan yang sulit dijangkau dengan ketinggian 2.500 hingga 2.900 meter di atas permukaan laut membuat penggunaan selang pemadam kebakaran menjadi tidak memungkinkan. “Kami melakukan pemadaman secara manual dengan menggunakan sistem gepyok dan peralatan lain yang telah kami persiapkan,” tambah Bambang.

Baca Juga: Padang Savana Gunung Bromo Terbakar, Upaya Pemadaman Terus Dilakukan

Selain upaya pemadaman manual, relawan juga membentuk sekat atau ring untuk menghambat perambatan api. “Dengan pembatasan ini, kami berharap api tidak akan merambat ke wilayah lainnya,” jelasnya.

Area yang terbakar di petak 29-1 meluas hingga 221,5 hektar, sementara di petak 29-2 mencapai 18,7 hektar. Tanaman yang terkena dampak kebakaran adalah rumput dan alang-alang. Lokasi kebakaran tersebut jauh dari pemukiman warga, sehingga situasi tetap aman.

BPBD Kabupaten Wonosobo mengingatkan masyarakat dan pendaki untuk tidak menggunakan api sembarangan di kawasan hutan, terutama dalam musim kemarau panjang seperti saat ini, di mana tanaman kering menjadi faktor risiko kebakaran.

Bambang, mengimbau kepada masyarakat dan tim petugas di base camp agar lebih waspada dan segera melaporkan jika menemukan titik api. “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tinggal di lereng gunung dan para basecamp untuk waspada dan hati-hati mengingat cuaca seperti yang sekarang ini, kemarau panjang sangat rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan,” kata Bambang.

Kepolisian Resor Wonosobo bersama Brimob Polda Jateng, BPBD Kabupaten Wonosobo, dan relawan PB Wonosobo akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran ini. Mereka juga akan fokus pada evakuasi pendaki yang masih berada di sekitar lokasi.

Upaya pemadaman kebakaran hutan yang menantang ini terus dilakukan, mengingat lokasi titik api berada pada ketinggian yang sulit dijangkau oleh kendaraan pemadam kebakaran.

Sementara itu sebanyak 69 pendaki Gunung Sumbing telah dievakuasi oleh tim gabungan setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi. Evakuasi dilakukan di sepanjang jalur pendakian di Kecamatan Kalikajar, Kecamatan Sapuran, dan Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Untuk alasan keselamatan dan keamanan, pihak Perhutani telah secara resmi menutup sementara semua jalur pendakian di kawasan Gunung Sumbing mulai 1 September 2023 hingga waktu yang belum dapat ditentukan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*