
JoSS, SEMARANG – Pemanfaatan teknologi digital semakin merasuk ke dalam setiap aspek kehidupan manusia, terutama dalam sistem keuangan modern. Namun, kesuksesan teknologi ini harus senantiasa mengutamakan kemaslahatan umat manusia.
Hal ini menjadi sorotan dalam Konferensi Nasional Digital Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan 2023 yang digelar di Fakultas Kedokteran Kampus 2 Universitas Wahid Hasyim Semarang pada Kamis (14/9/2023).

Konferensi ini merupakan kolaborasi antara Fakultas Ekonomika Bisnis (FEB) Unwahas dan Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU), yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Rektor Unwahas, Prof. Dr. Mudzakkir Ali, Dekan FEB, Dr. Hasan, Co-Founder dan Managing Partner Gayo Ventura Capital, Jefri R. Sirait, Wakil Rektor, Dr. Nur Cholid, Dr. Khanifa, serta Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Kemendikbudristek, Dr. Lukman.
Prof. Ainun Naim, PhD, Ketua LPTNU, mengungkapkan bahwa tata kelola ekonomi berbasis digital telah memberikan kemudahan signifikan, memungkinkan transaksi keuangan yang lebih mudah berkat teknologi informasi modern.
“Bahkan, sekarang ini kita mengenal aset kripto atau mata uang digital serta beragam jenis transaksi dunia maya lainnya,” jelas Prof Ainun dalam Konferensi Nasional Digital Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan 2023, Kamis (14/9/2023).
Namun, perkembangan teknologi digital juga membawa dampak negatif, seperti kejahatan keuangan di dunia maya yang dapat menimbulkan kerugian besar. Oleh karena itu, Prof. Ainun Naim menegaskan bahwa meskipun teknologi semakin canggih, harus tetap berorientasi pada kemaslahatan umat manusia.

Prof. Ainun Naim, yang juga merupakan Guru Besar Administrasi Bisnis UGM, mendorong agar kampus dan mahasiswa bersaing dalam menguasai teknologi, sistem, dan perangkat digital modern. Kompetensi lulusan kampus perlu disiapkan agar mereka dapat berhasil menghadapi perubahan besar dalam abad teknologi ini.
Jefri R. Sirait menekankan pentingnya membangun pondasi kuat untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam menghadapi revolusi industri. Mahasiswa juga harus memiliki literasi digital yang memadai agar dapat bersaing di era yang penuh ketidakpastian ini, yang sangat bergantung pada dukungan internet.
Dekan FEB, Dr. Hasan, mengungkapkan bahwa konferensi ini merupakan forum ilmiah yang mengundang kontribusi pemikiran para cendekiawan kampus. “Forum ini berfokus pada kemajuan teknologi digital dalam mendukung tata kelola ekonomi dan keuangan dunia,” tuturnya..
Rektor Mudzakkir Ali menyoroti bahwa penyelenggaraan acara semacam ini menunjukkan bahwa Kampus Unwahas semakin dipercaya. Kegiatan ini juga menjadi kontribusi dalam pengembangan ilmu dan pengetahuan, termasuk penyediaan solusi untuk beragam tantangan di bidang ekonomi dan keuangan.
Konferensi Nasional Digital Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan 2023 FEB Unwahas dan LPTNU ini menjadi wadah penting bagi para pemangku kepentingan untuk berdiskusi dan berkolaborasi guna mengoptimalkan manfaat teknologi digital demi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat. (lna)

Leave a Reply