UNSOED Terima Ribuan Bibit Kopi & Kelapa dari BPSI-TRI Kementerian Pertanian

Unsoed Kemeterian Pertanian
Perwakilan dari UNSOED menerima ribuan bibit kopi & kelapa dari BPSI-TRI Kementerian Pertanian, Rabu (16/8/2023). (foto: unsoed.ac.id)

JoSS, PURWOKERTO – Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) telah berhasil menjalin sebuah kemitraan penting dengan Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Industri dan Penyegar (BPSI-TRI) yang berada di bawah Kementerian Pertanian.

Tim perwakilan dari UNSOED, yang terdiri dari Dr. Sos Waluyo Handoko, SIP., M.Sc selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas, Dr. Adi Indrayanto, SE., M.Sc selaku Kepala Badan Pelayanan Umum (BPU), serta Sumitro Budi, Sub Koordinator Layanan Kerja Sama, dan Dr. Tedy Dirhamsyah, S.P., MAB selaku Kepala BPSI-TRI. Pertemuan yang terjadi pada Rabu (16/8/2023).

Dr. Tedy Dirhamsyah, S.P., MAB, yang juga merupakan alumni dari Fakultas Pertanian UNSOED, menjelaskan bahwa peran utama BPSI-TRI adalah melakukan pengujian standar instrumen untuk tanaman pertanian serta menyediakan benih unggul yang berkualitas dan bersertifikasi.

Fokus utama BPSI-TRI adalah pada tanaman industri seperti karet, serta tanaman penyegar seperti kakao, kopi, dan teh. Di bawah pengelolaan BPSI-TRI, terdapat lahan seluas sekitar 159 hektar yang ditanami dengan 774 varietas/jenis tanaman kopi, kakao, karet, dan teh.

Di antara tanaman-tanaman ini, terdapat 245 varietas kopi dan 40 jenis karet. Lahan ini juga meliputi kebun produksi dan kebun koleksi.

Baca Juga: Kerja Sama LPPM UNSOED dan Persatuan Alumni Indonesia-Thailand: Mendorong Perubahan Positif di Thailand Selatan

“Adapun untuk jenis kopi terbanyak yang ada sebagian besar adalah kopi robusta, liberica yang tumbuh di 480-492 mdpl, serta arabica serta yang dapat tumbuh secara maksimal di atas 800 mdpl. Tanaman lain yang terdapat di lahan tersebut antara lain kelapa, kayu manis dan kemiri sunan,” jelasnya dikutip dari unsoed.ac.id.

Lebih jauh lagi, Dr. Tedy berbicara tentang inovasi teknologi yang telah berhasil dikembangkan. Salah satunya adalah teknologi proses Binturong yang berasal dari fermentasi saliva buatan yang dilakukan di laboratorium menggunakan saliva binatang Binturong dari Sulawesi Selatan.

Selain itu, juga telah dikembangkan teknologi pengolahan kelapa menjadi biodiesel dengan nama B100, serta kemiri sunan sebagai penghasil biodiesel yang berpotensi sebagai solusi energi masa depan.

Dalam pertemuan tersebut, UNSOED, yang diwakili oleh Dr. Sos Waluyo Handoko, SIP., M.Sc, menerima sumbangan bibit kopi arabika sebanyak 7.000 pohon secara cuma-cuma.

Pengiriman bibit ini akan dilakukan dalam dua tahap, dimana 4.500 bibit akan dikirimkan dalam tahap pertama dan sisanya akan menyusul dalam tahap kedua. Selain bibit kopi, juga diberikan 700 bibit tanaman kelapa. Penyerahan simbolis bibit-bibit ini dilakukan oleh Dr. Tedy Dirhamsyah, S.P, MAB kepada Dr. Sos Waluyo Handoko, SIP., M.Sc.

Dr. Sos Waluyo Handoko, SIP., M.Sc, menjelaskan bahwa bibit-bibit ini akan ditanam di lahan hutan Karanjengkol, Purbalingga. Pemberian bibit ini akan dikelola oleh BPU UNSOED dan memiliki potensi sebagai unit bisnis yang menjanjikan. Selain menjadi sumber pendapatan bagi UNSOED, tanaman-tanaman ini juga akan dimanfaatkan untuk kegiatan penelitian dan edukasi. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*