UNS Surakarta Pastikan Kelancaran PKKMB Meski Ada Pengunduran Diri Ratusan Panitia

Pengunduran Diri PKKMB UNS
Universitas Sebelas Maret (Dokumentasi UNS)

JoSS, SOLO – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, memastikan bahwa pengunduran diri beberapa anggota panitia Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tidak akan menghambat jadwal kegiatan yang telah direncanakan.

“Memang ada teman-teman dari mahasiswa pusat yang mengundurkan diri, tapi secara mekanisme kami sudah mempersiapkan di fakultas-fakultas masing-masing,” kata Ketua PKKMB, Rony Syaefullah.

Ia juga menegaskan bahwa sesuai dengan regulasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), kepanitiaan PKKMB melibatkan dosen dan tenaga kependidikan.

“Dukungan dari mahasiswa bersifat sistem pendukung, yang berarti kepanitiaan sudah terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan perwakilan dari masing-masing fakultas. Skemanya adalah kegiatan yang berbasis di fakultas masing-masing,” ungkapnya, seperti dikutip dari Antara, Selasa (22/8/2023).

Ia juga mengakui bahwa ada satu rangkaian kegiatan dalam PKKMB yang dibatalkan, yaitu Student Vaganza yang sebelumnya direncanakan untuk mencetak rekor MURI.

Baca Juga: Sudah Kumpulkan 1 Ton Sampah Plastik, Rekor MURI #UNSLESSPLASTIC Dibatalkan Pihak Rektorat

“Kegiatan itu dibatalkan, jadi fokus kembali pada PKKMB. Kegiatan berfokus pada fakultas dan program studi. Terlebih lagi, pada tanggal 28 Agustus, mahasiswa baru sudah memulai perkuliahan,” tambahnya.

Rony Syaefullah juga menegaskan bahwa panitia yang mengundurkan diri bukanlah anggota inti dalam pelaksanaan PKKMB. Ia juga menjamin bahwa pengunduran diri mereka tidak ada hubungannya dengan kebijakan apapun yang dikeluarkan oleh rektorat.

“Tidak ada masalah apa-apa, fokus kami tetap pada kegiatan di sini. Kami telah menyajikan opsi dan akhirnya mengambil keputusan di sini karena dalam hal teknis pelaksanaan memang perlu pembahasan lebih lanjut,” tegas Rony Syaefullah.

Sementara itu, ratusan mahasiswa yang sebelumnya terlibat dalam PKKMB UNS secara bersama-sama memutuskan untuk mengundurkan diri dari panitia. Keputusan ini diambil sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap pembatalan acara Student Vaganza dan pemecahan rekor MURI yang telah mereka susun bersama.

Ketua PKKMB dari kalangan mahasiswa, Rifqi Zidan Habibie, menjelaskan bahwa acara tersebut seharusnya digelar bekerjasama dengan UNESCO dan Museum Rekor Indonesia (MURI) di Stadion UNS pada tanggal 27 Agustus mendatang. Salah satu kegiatan yang direncanakan adalah pembuatan ecobrick dari sampah plastik terbanyak oleh mahasiswa baru, dalam upaya memecahkan rekor MURI.

Ia menambahkan bahwa rektorat UNS awalnya telah menyetujui kegiatan ini melalui surat tertulis pada tanggal 7 Agustus 2023. Namun, pada tanggal 9 Agustus, rektorat tiba-tiba membatalkan kegiatan tersebut.

“Kami belum menerima alasan pasti atas pembatalan ini,” ucapnya.

Akibat dari pembatalan tersebut, Koordinator Divisi Rekor MURI, Rizky Sigit Handoko, mengkonfirmasi bahwa panitia yang berasal dari kalangan mahasiswa akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri.

“Padahal sudah terkumpul 1,3-1,4 ton sampah plastik sejak tanggal 16 Agustus, padahal target panitia hanya 1 ton,” jelasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*