UNDIP Sukses Ikuti Business Matching Produk Inovasi Alat Kesehatan Dan Farmasi

Alat Kesehatan Farmasi Undip
Undip sukses mengikuti “Business Matching Produk Inovasi Alat Kesehatan dan Farmasi”, pada hari Rabu, 9 Agustus 2023 di JW Marriot Hotel, Jalan Ring Road Utara, Kaliwaru, Condongcatur, Depok, DIY.(foto: undip.ac.id)

JoSS, JOGJA – UNDIP, sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), tidak hanya menghasilkan produk inovatif di sektor kesehatan dan farmasi, tetapi juga berusaha untuk mengakselerasi hilirisasi hasil riset, khususnya dalam alat kesehatan dan farmasi.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen UNDIP dalam mendukung program prioritas pemerintah untuk mendorong produksi alat kesehatan dalam negeri. Upaya hilirisasi ini ditekankan melalui kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan dunia usaha.

Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri serta regulasi internal UNDIP, khususnya Peraturan Rektor Universitas Diponegoro Nomor 30 Tahun 2020, menginspirasi UNDIP untuk menciptakan kolaborasi strategis dengan industri. Tujuannya adalah untuk mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) serta memajukan hilirisasi produk inovatif melalui business matching.

Pada acara “Business Matching Produk Inovasi Alat Kesehatan dan Farmasi”, yang diselenggarakan pada Rabu, (9/8/2023) di 3 di JW Marriot Hotel, Jalan Ring Road Utara, Kaliwaru, Condongcatur, Depok, DIY itum UNDIP berhasil tampil sukses.

Baca Juga: Undip Sukses Jadi Tuan Rumah Penyelenggaraan  Anugerah Bug Bounty Competition Kemendikbudristek 2023

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 36 produsen, 27 distributor, dan 27 peneliti dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia. UNDIP turut serta dengan mengirimkan 2 peneliti di bidang Alat Kesehatan dan Farmasi, yakni Dr. Rifky Ismail dari Fakultas Teknik beserta asisten peneliti, serta Dr. drh. Dwi Sutiningsih dari Fakultas Kesehatan Masyarakat. Tim Direktorat Inovasi dan Kerja Sama UNDIP, yang terdiri dari drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D. (Direktur) dan Dr. I. Made Bayu Dirgantara (Wakil Direktur), turut berkontribusi.

Acara ini memberikan kesempatan bagi produsen dan distributor untuk berkolaborasi dengan UNDIP dalam rangka menghilirkan hasil riset menjadi produk yang siap dikomersialisasi. Salah satu perusahaan, PT THC Martin Industri, yang merupakan produsen non-elektromedik non-steril, menunjukkan minatnya terhadap produk alat kesehatan UNDIP. Kolaborasi tersebut bertujuan untuk mengkomersialisasi produk seperti alat deteksi golongan darah dan widal. Sejumlah produsen dan distributor lainnya juga mengekspresikan minat dalam bekerja sama dengan UNDIP untuk hilirisasi hasil riset guna memberikan manfaat lebih luas.

Pentingnya kolaborasi ini juga diakui oleh berbagai pihak, termasuk Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, serta perwakilan dari kementerian, lembaga, dan instansi terkait lainnya. Business matching yang digagas oleh Gakeslab, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI, menggarisbawahi pentingnya kontribusi UNDIP dalam mewujudkan kemandirian produksi alat kesehatan dalam negeri dan mendukung bangga buatan Indonesia.

Acara ini tidak hanya menciptakan kolaborasi yang berarti antara perguruan tinggi dan industri, tetapi juga memberikan sumbangsih terhadap gerakan nasional untuk mendorong penggunaan produk dalam negeri serta mendukung upaya hilirisasi hasil riset guna manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*