UNDIP dan BSN Kolaborasi Mewujudkan Standarisasi di Era Disrupsi

UNDIP BSN
Universitas Diponegoro bersama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) mengadakan sharing session terkait standarisasi pada Selasa (1/8/2023). (foto: undip.ac.id)

JoSS, SEMARANG – Dalam menghadapi era disrupsi, Universitas Diponegoro (UNDIP) bekerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) menggelar sesi berbagi pengetahuan mengenai standarisasi pada Selasa (1/8/2023). Kegiatan ini dilakukan untuk mengaktifkan kembali BSN Corner setelah berakhirnya pandemi Covid-19.

Bertempat di Gedung Perpustakaan Universitas Diponegoro, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 peserta dari berbagai kalangan, termasuk para dosen, tenaga kependidikan di lingkungan UNDIP, perwakilan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, serta perwakilan dari perpustakaan universitas di Kota Semarang dan tamu undangan lainnya.

Dalam sharing session dengan tema “Peluang dan Kerjasama Standarisasi BSN-Undip,” kegiatan ini melibatkan narasumber dari berbagai lembaga, antara lain Kepala Biro Humas BSN, Zul Amri, S.T., Ketua Forum Pendidikan Standarisasi, Dr. Bambang Purwanggono, serta Analis Pengaduan Masyarakat BSN, RA Bayuarti Wahyu K, SIP.

Baca Juga: Mahasiswa KKN UNDIP Berdayakan Pekerja Sektor Konstruksi Tentang K3 di Desa Kedungbanteng

Wakil Rektor Komunikasi dan Bisnis, Prof. Budi Setiyono, dalam sambutan pembukaan menegaskan pentingnya sinergi antara UNDIP dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjalankan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kerjasama dengan BSN menjadi hal penting bukan hanya untuk menyempurnakan tugas Tri Dharma UNDIP, tetapi juga untuk memastikan bahwa standardisasi dan penilaian kesesuaian oleh BSN memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Prof. Budi.

Prof. Budi juga mengingatkan tentang pentingnya waspada terhadap perubahan yang terjadi akibat perkembangan teknologi digital.

Ia menyebutkan bahwa adanya teknologi informasi, terutama kecerdasan buatan (AI), dapat mengubah proses-proses konvensional dan mendorong munculnya formulasi baru di berbagai bidang. Oleh karena itu, adaptasi terhadap perubahan tersebut menjadi krusial agar peran dan institusi tetap relevan dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Dalam forum ini, narasumber juga membahas berbagai tantangan yang dihadapi oleh BSN, seperti penegakan hukum terhadap industri atau organisasi yang tidak mematuhi aturan SNI yang berlaku secara wajib.

Selain itu, BSN juga berupaya untuk memberdayakan Usaha Kecil Menengah (UKM) agar dapat bersaing dengan menerapkan SNI. Pemberdayaan ini penting agar UKM dapat meraih sertifikat SNI sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian.

UNDIP dan BSN telah menjalin kerjasama sejak tahun 2015 dengan mendirikan BSN Corner dan rutin mengadakan kegiatan sosialisasi tentang SNI untuk segenap civitas academica dan masyarakat umum setiap tahun. Melalui kolaborasi ini, diharapkan terwujudnya standarisasi yang memadai di tengah dinamika perkembangan teknologi dan era disrupsi saat ini. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*