Tips Menikmati Fenomena Embun Es di Dataran Tinggi Dieng, Memperhatikan Cuaca Hari Sebelumnya

Embun Es Dataran Tinggi Dieng
Embun es dataran tinggi dieng (Instagram/holadieng)

MUNCULNYA embun es di dataran tinggi Dieng selalu menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Namun, banyak dari mereka yang mengaku kecewa karena tidak mengetahui waktu yang tepat untuk melihat fenomena indah ini.

Ternyata, ada cara sederhana untuk memperkirakan terjadinya embun es di Dieng, yakni dengan memperhatikan cuaca pada hari sebelumnya.

Salah satu pengalaman yang diutarakan datang dari Shinta, seorang wisatawan asal Cirebon. Ia mengaku merasa kurang beruntung karena tiba di kompleks Candi Arjuna Dieng terlalu siang, sehingga embun es sudah mencair dan tidak bisa dilihat.

“Waktu saya datang hari ini, saya ingin sekali melihat embun es. Sayangnya, ketika saya sampai di sini, embun es sudah tidak ada,” kata Shinta, di kompleks Candi Arjuna Dieng pada Sabtu (12/8/2023), dikutip dari detikJateng.com.

Sri Utami, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dieng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara, memberikan panduan yang berguna bagi para wisatawan yang ingin menikmati fenomena embun es. Ia menjelaskan bahwa waktu yang paling tepat untuk melihat embun es adalah dari pukul 05.30 WIB hingga 07.00 WIB, seiring matahari terbit.

“Jadi, jika Anda ingin melihat embun es, sebaiknya datang antara jam setengah enam hingga jam tujuh pagi. Embun es biasanya akan mulai mencair setelah matahari terbit,” jelas Sri Utami.

Baca Juga: Dataran Tinggi Dieng Berselimut Salju, Embun Es Lebih Tebal Dari Biasanya

Selain itu, Sri Utami juga memberikan tips lainnya. Para wisatawan bisa mengamati cuaca pada hari sebelumnya. Terutama pada musim kemarau seperti sekarang, ketika cuaca cerah dominan, peluang untuk melihat embun es akan lebih besar.

“Ada tanda-tanda yang bisa diamati dari cuaca hari sebelumnya. Jika sore hingga malam cuaca cerah dan suhu terus turun tanpa adanya angin, kemungkinan embun es akan muncul di pagi harinya,” tambahnya.

Sri Utami mengakui bahwa fenomena embun es ini telah berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan ke Dieng. Bahkan, terjadi kenaikan hingga 50 persen dibandingkan hari-hari biasa.

“Embun es yang menjadi fenomena alam memang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Kami melihat adanya peningkatan hingga 50 persen dalam kunjungan wisatawan,” ujar Sri Utami.

Namun, Sri Utami juga mengakui masih banyak wisatawan yang belum mengetahui waktu yang tepat untuk melihat embun es. Beberapa dari mereka datang terlalu siang, ketika embun es sudah mencair akibat matahari yang telah terbit.

Bagi para wisatawan, fenomena embun es yang terjadi di dataran tinggi Dieng tentu menjadi momen yang menarik. Aziz, seorang wisatawan dari Jogja, bahkan mengambil inisiatif unik dengan membuat ‘es krim’ alami menggunakan dinginnya suhu udara Dieng. Ia menaruh kopi cair di lapangan kompleks Candi Arjuna Dieng pada malam sebelumnya, dan paginya kopi tersebut sudah membeku seperti es krim.

Fenomena embun es di Dieng memang memiliki pesona tersendiri bagi para pengunjung. Dengan memperhatikan tips sederhana ini, diharapkan wisatawan bisa lebih mempersiapkan kunjungannya untuk menikmati momen magis tersebut di dataran tinggi Dieng. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*