Dataran Tinggi Dieng Berselimut Salju, Embun Es Lebih Tebal Dari Biasanya

Embun Es Dataran Tinggi Dieng
Ilustrasi Dataran Tinggi Dieng Berselimut Salju (exipreess)

FENOMENA embun es yang menakjubkan kembali menyelimuti dataran tinggi Dieng. Kompleks Candi Arjuna di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, terlihat memutih karena lapisan embun es yang lebih tebal dibanding sebelumnya.

Seorang wisatawan bernama Dhimas F berhasil mengabadikan momen langka ini. Ia menyatakan bahwa embun es pagi ini terlihat lebih tebal dan meluas.

“Yang saya lihat tadi, embun es memang lebih tebal dan lebih luas,” ujar Dhimas, dikutip dari detikJateng, Senin (17/7/2023).

Dhimas juga menggunakan alat ukur termometer untuk mengukur suhu udara di sekitar Candi Setyaki, yang biasanya lebih dingin daripada tempat lain.

“Tadi pagi, saya meletakkan termometer di sekitar Candi Setyaki. Biasanya itu memang lebih dingin. Dan tadi pagi, suhu udara turun hingga minus 5 derajat,” tambahnya.

Kepala UPT Dieng dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara, Sri Utami, mengonfirmasi fenomena embun es yang lebih tebal dari sebelumnya. Ia memantau langsung kompleks Candi Arjuna yang tampak berbalut embun es.

“Iya benar, tadi pagi muncul embun es. Dan embun es pagi ini lebih tebal dan luas dibanding sebelumnya,” jelas Sri Utami.

Fenomena embun es ini memberikan daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang ingin menyaksikan pemandangan indah di dataran tinggi Dieng.

Kepopuleran Dieng sebagai destinasi wisata tidak hanya berdasarkan keindahan alamnya, tetapi juga fenomena alam yang menarik dan langka seperti ini. Pengelola kawasan Dieng berharap fenomena embun es ini akan semakin menarik minat wisatawan untuk datang dan menikmati pesona Dieng yang kaya akan keunikan.

Dataran tinggi Dieng membeku pagi ini. Suhu udara tercatat sampai di bawah 0 derajat celsius di dekat Candi Setyaki. Adapun kompleks Candi Arjuna di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara tampak memutih oleh embun es.

Baca Juga: Menghidupkan Tradisi Pelestarian Budaya di Umbul Jumprit: Grebeg Suro sebagai Simbol Kebhinekaan dan Kekayaan Alam

Sementara itu, pembuat aplikasi suhu udara Dieng, Aryadi Darwanto mengatakan berdasarkan alat pengukur suhu yang diletakkan di kompleks Candi Arjuna, suhu udara sudah turun sejak Minggu (16/7) sore. Bahkan tengah malam suhu udara sudah mencapai 0 derajat celsius.

“Dari pengamatan, suhu udara memang sudah turun sejak sore hari. Sekitar jam setengah 6 sore sudah turun 7 derajat celsius. Setelah jam 8 malam terus turun dan sekitar pukul 10 malam sudah 3 derajat dan jam 1 dini hari sudah 0 derajat,” kata Aryadi, dikutip dari detikJateng.

Berdasarkan alat ukurnya, Aryadi berujar, suhu terendah tercatat pada pukul 05.53 WIB. Saat itu suhu tercatat sampai minus 1,77 derajat celsius. Namun suhu kembali naik saat matahari terbit.

“Tadi suhu terendah di lapangan kompleks Candi Arjuna minus 1,77 derajat. Sebenarnya embun sudah mulai membeku sejak dini hari karena suhu sudah 1 hingga 0 derajat. Kebetulan tadi malam tidak ada angin, jadi suhu turun, muncul embun es,” jelasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*