Terobsesi Tokoh Barbie, ASN di Lampung Yuni Jasmine Akui Sering Infeksi Akibat Permak Wajah

Yuni Jasmine Barbie
Yuni Jasmine Barbie (Instagram/yuni_jasmine_)

JoSS, LAMPUNG — Yuni Jasmine, seorang pegawai negeri di Lampung, menjadi sorotan dan viral di media sosial karena penampilannya yang diklaim mirip dengan tokoh boneka Barbie.

Namun, Yuni kini mengakui bahwa obsesinya untuk memiliki wajah seperti Barbie telah berujung pada beberapa kali infeksi akibat tindakan estetika yang dia jalani.

Wajah Yuni yang mirip dengan boneka Barbie tak hanya menjadi perbincangan karena kemiripannya, tetapi juga karena hasil permak wajahnya yang kadang terkesan tidak alami. Dagu lancip yang dimilikinya membuat wajahnya terlihat hampir tidak nyata.

Belum lama ini, Yuni tampil di hadapan publik tanpa filter, mengungkapkan penampilan aslinya yang telah banyak mendapat sentuhan dari dokter estetik.

Baca Juga: Turis Tengah Melintas Di Hajatan Diajak Makan, Netizen: Seramah Itu Indonesiaku

Meskipun mendapatkan kritikan atas penampilan yang dinilai berlebihan, Yuni mengungkapkan kepuasannya terhadap penampilannya. “Aku suka penampilan aku, menurut aku pribadiku, aku suka dengan diri aku sendiri, nggak tahu kalau orang lain,” ujar Yuni dalam wawancara dengan dr. Richard Lee, MARS yang diunggah di kanal YouTube pada Senin (28/8/2023).

Dalam obrolan tersebut, Dr. Richard menyoroti bentuk dagu Yuni yang menurutnya tidak lancip melainkan berbentuk “jendol”. Yuni mengakui bahwa hasil dagu tersebut terjadi karena mencampur berbagai jenis filler dari beberapa dokter berbeda. Tanpa memedulikan kealamiannya, Yuni terus melanjutkan tindakan filler tersebut.

Obsesinya terhadap dagu lancip sebagian dipicu oleh respons warganet. “Dulu pertama kali viral karena dagu, jadi saya terus melanjutkannya. Aku memang suka hal-hal aneh, aku ingin berbeda. Para dokter sebenarnya sering menolak, tapi saya yang tetap memaksa,” ungkapnya.

Yuni Jasmine menjelaskan bahwa kecintaannya pada dandanan sudah dimulai sejak kecil. Kini, dengan bantuan dokter estetik, ia berusaha tampil cantik seperti boneka Barbie.

Selain filler pada dagu, Yuni juga pernah menjalani tindakan lain seperti tanam benang pada hidung, botox, dan pembuatan lesung pipi. Sayangnya, beberapa dari tindakan tersebut sering berujung pada infeksi di wajahnya.

Terutama, infeksi muncul setelah tindakan tanam benang pada hidung dan pembuatan lesung pipi. Meskipun ia berpendapat bahwa ini adalah risiko dari hasil yang diinginkannya, namun beberapa tindakan ini menyebabkan bekas lubang dan pembengkakan.

Meski sering mendapatkan komentar negatif, Yuni mengaku tidak terlalu mempedulikan pandangan orang lain. Dia bahkan berencana untuk terus melakukan perbaikan, termasuk melalui veneer gigi untuk mendapatkan senyum putih bak boneka Barbie. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*