JoSS, BANYUMAS – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah memiliki target untuk menyelesaikan proses sertifikasi halal terhadap 209.000 produk di provinsi tersebut pada tahun ini.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Musta’in Ahmad, menjelaskan bahwa target ini merupakan upaya bangsa dalam menjawab perubahan tren kehidupan yang semakin menuju produk halal.
“Ini bagian dari cara kita sebagai bangsa dan kemudian tentu dilayani oleh pemerintah untuk menjawab tantangan kekinian, lifestyle yang mulai bergerak kepada produk halal,” katanya, Minggu (20/8/2023).
Proses sertifikasi ini melibatkan dosen dan tenaga kependidikan, sesuai regulasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Musta’in Ahmad mengungkapkan bahwa meskipun perusahaan-perusahaan besar dapat menjalankan prosesnya sendiri dengan dukungan dari berbagai lembaga pendamping, usaha mikro dan kecil memerlukan pendampingan khusus.
Pencapaian yang sudah terjadi hingga saat ini menunjukkan hasil yang positif. Lebih dari 120 ribu produk di Jawa Tengah telah mendapatkan sertifikasi halal, dengan mayoritas berupa produk makanan kecil. Pendampingan dari sekitar 4.000 penyuluh agama di tengah masyarakat telah berkontribusi pada pencapaian ini.
Baca Juga: Dampingi Akselerasi Sertifikasi Halal Bagi UMKM, Unsoed Gandeng BI
“Mungkin kerjanya tidak terlalu terdengar, tetapi sekarang masyarakat sudah banyak yang bisa mendapatkan sertifikat halal ini dengan mudah, dengan gratis, dan prosesnya tidak berbelit karena didampingi oleh para penyuluh agama yang sudah kita latih ini,” kata Musta’in Ahmad, sebagaimana dikutip dari Antara.
Khususnya di Kabupaten Banyumas, Kepala Kantor Kemenag setempat, Ibnu Asaddudin, menyampaikan bahwa Banyumas mencatat pencapaian tertinggi dalam sertifikasi halal di Jawa Tengah. Kabupaten tersebut memiliki hampir 8.000 produk yang telah disertifikasi halal. Di tingkat nasional, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan rangking pertama dalam hal jumlah produk bersertifikat halal, mencapai hampir 250 ribu produk.
Lebih lanjut, Prof Mohammad Roqib, Rektor UIN Saizu Purwokerto, menjelaskan bahwa Halal Center UIN Saizu telah mendampingi lebih dari 400 produk dalam proses sertifikasi halal. Selain itu, Halal Center juga memberikan pendampingan untuk juru sembelih halal (Juleha).
Tren ini akan terus berkembang dan diperluas, termasuk ke berbagai bidang seperti pakaian, perumahan, dan wisata halal. Direktur Utama Pringsewu Restaurant Group, Toto Sutrisno, menegaskan bahwa proses sertifikasi halal bisa dilakukan secara cepat dan efektif, dengan dukungan penuh dari Kemenag dan tim auditor yang memberikan bimbingan luar biasa.
Toto Sutrisno juga mengharapkan bahwa pencapaian Pringsewu Restaurant Group dapat memberi inspirasi bagi restoran lain serta para supplier, terutama UMKM. Toto berharap kerjasama dengan Kemenag dapat semakin diperkuat dalam pengembangan sertifikasi halal di berbagai daerah. (lna)

Leave a Reply