Ribuan Pemuda Niger Bersiap Mendukung Pertahanan Negara Menghadapi Ancaman ECOWAS

ECOWAS Niger
Niger: Ribuan antre untuk menjadi sukarelawan di angkatan bersenjata karena ancaman intervensi militer ECOWAS (africanews)

JoSS, NIGER – Ribuan pemuda di Niger telah bersatu untuk mendukung upaya pertahanan negara mereka dalam menghadapi potensi ancaman dari ECOWAS, blok Afrika Barat, yang telah mengancam untuk menginvasi negara tersebut setelah kudeta bulan Juli lalu.

Para pemuda berkumpul di luar stadion di Ibu Kota Niamey untuk mendaftarkan diri sebagai relawan dalam upaya pertahanan Niger, pada hari Sabtu (19/8). Mereka bertekad untuk berkontribusi dalam sektor non-militer, dengan memberikan keterampilan sipil mereka jika serangan ECOWAS benar-benar terjadi.

Baca Juga: Kebakaran Hutan di Kanada Meluas, 20 Ribu Warga di Kota Yellowknife Dievakuasi

Namun, jumlah pemuda yang mendaftar melebihi ekspektasi, sehingga penyelenggara pendaftaran terpaksa menghentikan acara lebih awal. “Kami tidak pernah membayangkan bisa mengumpulkan jumlah relawan sebanyak ini,” kata Younoussa Hima, salah satu penyelenggara. “Karena alasan itu, kami terpaksa menghentikan sensus,” tambahnya seperti dilansir oleh Reuters.

Meskipun tujuan sensus ini adalah untuk memobilisasi sukarelawan dalam sektor non-militer, mayoritas pemuda yang hadir tampaknya sangat ingin berpartisipasi dalam pertahanan secara langsung. Beberapa dari mereka bahkan menyatakan kesiapan untuk melawan ECOWAS jika serangan terjadi.

Tahirou Seydou Abdoul Nassirou, seorang blogger, mengatakan, “Kami siap untuk menghadapi potensi serangan di tanah kami. Kami bersedia memberikan segalanya demi negara ini.”

Langkah ini diambil setelah ECOWAS mengumumkan “Hari D” pada hari Jumat lalu, yang diasumsikan sebagai tanggal potensial untuk intervensi militer jika upaya diplomatik untuk mengatasi situasi krisis di Niger gagal.

Sejak terjadi kudeta, ECOWAS telah berupaya untuk bernegosiasi dengan militer Niger agar negara tersebut kembali ke jalur pemerintahan sipil. Ancaman intervensi militer dilontarkan sebagai respons terhadap kekhawatiran bahwa situasi keamanan di wilayah Afrika akan semakin memburuk akibat kudeta tersebut.

Negara-negara anggota ECOWAS juga telah mendesak pembebasan Presiden Mohamed Bazoum, yang ditahan di rumahnya oleh junta militer sejak kudeta terjadi.

Pada hari Sabtu, delegasi ECOWAS melanjutkan pembicaraan dengan junta militer, menunjukkan bahwa upaya penyelesaian krisis masih berlanjut. Mereka juga berhasil mengunjungi Bazoum dalam upaya untuk meredakan ketegangan dan mencari solusi damai untuk situasi di Niger. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*