JoSS, DIENG – Suhu udara di Dataran Tinggi Dieng kembali menunjukkan fenomena unik. Kompleks Candi Arjuna Dieng mencatat suhu udara turun hingga mencapai 0 derajat Celsius.
Kejadian ini telah mencetak rekor baru dalam hal perubahan suhu udara di dataran tinggi Dieng. Embun es terus muncul di kompleks Candi Arjuna selama 14 hari berturut-turut, menciptakan pemandangan yang menakjubkan.
Aryadi Darwanto, seorang pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara yang juga merupakan pencipta aplikasi pemantau suhu udara Dieng, menjelaskan bahwa walaupun suhu udara di kompleks candi tidak mencapai angka minus, embun tetap membeku di pagi hari.
“Suhu terendah pagi ini mencapai 0 derajat Celsius. Meskipun tidak mencapai suhu di bawah nol, embun pagi ini masih membeku,” jelasnya, seperti diktuip dari detikJateng.
Keadaan ini telah mencatat rekor baru, yaitu selama 14 hari terakhir, embun es tetap membeku setiap pagi di kompleks Candi Arjuna. Aryadi menyampaikan bahwa meskipun embun es sering membeku di Candi Arjuna dan Candi Setyaki selama musim kemarau, kali ini fenomena ini berlangsung secara konsisten setiap hari.
Baca Juga: Tips Menikmati Fenomena Embun Es di Dataran Tinggi Dieng, Memperhatikan Cuaca Hari Sebelumnya
“Situasi ini menetapkan rekor baru dengan embun es yang membeku selama 14 hari berturut-turut di kompleks Candi Arjuna Dieng. Bahkan dengan seringnya pembekuan embun selama musim kemarau di kompleks Candi Arjuna dan Candi Setyaki, fenomena ini tetap berlangsung setiap hari,” ungkapnya.
Namun, suhu udara di dataran tinggi Dieng tidak menunjukkan kondisi yang sama setiap pagi. Menurut alat pengukur suhu udara yang ditempatkan di lapangan kompleks Candi Arjuna, suhu udara pernah mencapai angka minus 3 derajat Celsius pada Senin, 14 Agustus lalu.
“Setiap pagi, suhu udara di dataran tinggi Dieng berbeda-beda. Pagi ini mencapai 0 derajat Celsius, sementara sebelumnya pernah mencapai minus 3 derajat Celsius,” tambah Aryadi.
Aryadi juga menyebutkan bahwa kemungkinan rekor pembekuan embun es di kompleks Candi Arjuna masih akan berlanjut. Hal ini sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa pembekuan embun es kemungkinan akan terjadi hingga bulan September mendatang.
“Kemungkinan fenomena pembekuan embun es masih akan berlanjut besok. Sesuai dengan prediksi dari BMKG, fenomena ini diperkirakan akan terjadi hingga bulan September,” tambahnya. (lna)

Leave a Reply