SELAIN teh hijau dan teh hitam, dunia juga mengenal teh oolong. Dokter Tim Bond, seorang peneliti teh dan ahli kimia asal Inggris, telah mengungkapkan potensi kesehatan yang luar biasa dari teh oolong.
Teh oolong berasal dari daun tanaman yang sama yang menghasilkan teh hitam dan hijau, namun memiliki pengolahan daun yang berbeda. Meskipun dikenal dalam dunia medis selama beberapa tahun, konsumsi teh oolong hanya mencakup sekitar dua persen dari total konsumsi teh global.
“Teh hijau mengalami proses pemanasan, sehingga menghambat aerasi sehingga membantunya mempertahankan konsentrasi lebih tinggi dari beberapa katekin antioksidan. Teh hitam diangin-anginkan sepenuhnya sehingga menimbulkan theaflavin dan thearubigins. Sedangkan teh oolong bersifat ‘semi-aerasi dan berada di antara teh hijau dan hitam, dan karena diproses secara berbeda, ‘sidik jari’ flavonoidnya berbeda dari teh hijau atau teh hitam.” paparnya dilansir dari Express, Selasa (29/8/2023)
Dr. Bond menjelaskan bahwa teh oolong mengandung polifenol theasinensins yang berbeda dengan kandungan katekin pada teh hijau dan theaflavin pada teh hitam. Ini adalah kunci untuk manfaat kesehatan yang unik dari teh oolong.
Dalam penelitian laboratorium, theasinensins diketahui melindungi terhadap peradangan dan memiliki aktivitas antioksidan.
Baca Juga: Belimbing Madu, Buah Manis dengan Sejuta Manfaat dan Kelezatan
Meskipun penelitian tentang teh oolong masih dalam tahap awal, hasil awal menunjukkan potensi teh ini dalam melawan peradangan, kerusakan DNA, serta mengatur gula darah. Penelitian juga mengindikasikan dampak positif dalam mengendalikan gula darah, melawan kanker, serta memiliki aktivitas antimikroba.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care pada tahun 2003 menunjukkan bahwa konsumsi lebih dari satu liter teh oolong setiap hari selama 10 minggu dapat signifikan menurunkan kadar gula darah pada individu dengan diabetes.
Selain itu, konsumsi harian teh oolong juga terbukti bermanfaat bagi atlet dalam pemulihan otot setelah berolahraga, serta memiliki potensi meningkatkan metabolisme untuk menurunkan berat badan. Bagi wanita, teh oolong memiliki efek metabolisme yang lebih tinggi daripada teh hijau, sementara pada pria, teh ini meningkatkan oksidasi lemak dan laju metabolisme.
Dr. Bond juga menyoroti manfaat lain dari teh oolong, termasuk perbaikan kesehatan jantung, penurunan tekanan darah, serta perlindungan untuk gigi dan tulang. Mengingat semua manfaat ini, Dr. Bond merekomendasikan konsumsi dua hingga tiga cangkir teh oolong setiap hari untuk merasakan manfaatnya yang luar biasa.
“Studi laboratorium telah menunjukkan theasinensins melindungi terhadap peradangan. Penelitian masih dalam tahap awal untuk teh oolong, tetapi penelitian laboratorium menunjukkan theasinensin ini memiliki aktivitas antioksidan, mengurangi peradangan dan melindungi terhadap kerusakan DNA. Penelitian laboratorium lainnya juga menunjukkan peningkatan dalam pengendalian gula darah, aktivitas antikanker, dan aktivitas antimikroba,” jelasnya. (lna)

Leave a Reply