Jambore Pramuka Dunia Kontingen Indonesia di Korsel Dievakuasi ke Asrama Universitas Wonkwang

Jambore Pramuka Dunia Kontingen Indonesia
Sejumlah peserta kontingen Gerakan Pramuka Indonesia berpose saat mengikuti jambore dunia di bumi perkemahan Sae Man-Geum Korea Selatan (Antara/Indonesian leader)

JoSS, SEOUL – Kontingen Indonesia yang sedang mengikuti Jambore Pramuka Dunia di Saemangeum, Korea Selatan, telah berhasil dievakuasi dengan selamat ke asrama Universitas Wonkwang, Provinsi Jeollabuk.

Pemerintah Korea Selatan mengambil langkah evakuasi ini akibat kondisi cuaca ekstrem dan ancaman topan Khanun yang diperkirakan akan melanda dalam beberapa hari mendatang.

Proses evakuasi dimulai pada pukul 08.00 pagi, dengan peserta yang berusia 14 hingga 17 tahun menjadi prioritas utama. Kontingen Indonesia akhirnya tiba di asrama Universitas Wonkwang setelah perjalanan sekitar 1 jam 45 menit dari lokasi perkemahan. Pemerintah Korea Selatan telah menyediakan lebih dari 1.000 bus untuk mengangkut pramuka dari 150 negara, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Ancaman Topan Khanun, Menlu Siapkan Relokasi Kontingen Indonesia di Jambore Pramuka Dunia ke-25 di Korsel

Berthold Sinaulan, Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, mengonfirmasi bahwa semua anggota kontingen Indonesia telah aman dan berada di tempat penampungan. Evakuasi ini mendapatkan bantuan dari Kedutaan Besar RI di Seoul, yang mengirimkan staf dan mahasiswa yang fasih berbahasa Korea untuk membantu dalam proses evakuasi.

Asrama Universitas Wonkwang, yang terletak sekitar 55 kilometer dari Saemangeum, dijadikan tempat penampungan sementara bagi peserta. Meskipun jauh dari pusat kota Seoul, asrama ini menjadi pilihan yang aman dan nyaman untuk menghadapi ancaman topan Khanun.

Topan Khanun diprediksi akan mencapai wilayah selatan Korea Selatan pada Kamis, 10 Agustus 2023. Pemerintah Korea Selatan telah mengambil langkah-langkah pencegahan dengan menyiapkan evakuasi dan menetapkan rencana tanggap darurat. Sementara itu, acara Jambore Pramuka Dunia akan tetap berlangsung dengan program alternatif dan pertunjukan K-pop sebagai pengganti.

Kontingen Indonesia dijadwalkan akan meninggalkan Korea Selatan sesuai jadwal penerbangan masing-masing pada tanggal 12, 13, dan 14 Agustus 2023. Selama tinggal di Korea Selatan, peserta juga akan menikmati kunjungan wisata ke beberapa tempat menarik.

Jambore akan mencapai puncaknya dengan acara penutupan yang spektakuler, termasuk Konser KPop, yang akan diadakan di Sang-am World Cup Stadium di Seoul pada Jumat malam, 11 Agustus 2023.

Sementara itu, di Jepang, Topan Khanun telah mengakibatkan hujan deras di selatan Jepang, sementara badai lainnya juga mengancam Tokyo. JMA (Badan Meteorologi Jepang) mengeluarkan peringatan hujan lebat dan angin kencang di berbagai bagian Jepang selatan dan barat.

Operator kereta api West Japan Railway Co juga menghentikan sementara sejumlah layanan kereta peluru Shinkansen di Kyushu.

Badai kedua, Lan, sudah terbentuk di Samudra Pasifik di sebelah selatan Jepang dan diperkirakan menguat begitu bergerak ke utara dengan kemungkinan akan mencapai Tokyo awal pekan depan, kata JMA.

Kedua badai itu menghantam Jepang pada awal perayaan Obon, yang merupakan puncak liburan musim panas ketika orang-orang Jepang meninggalkan berbagai kota besar untuk mudik ke kampung halaman leluhur mereka.

Sementara itu, lusinan penerbangan dan layanan feri dihentikan di Korea Selatan pada Rabu menjelang badai tropis yang telah menurunkan hujan di pulau-pulau barat daya Jepang. Ribuan peserta Jambore Pramuka Dunia juga telah dipindahkan dari lokasi perkemahan mereka ke tempat yang lebih aman.

Hujan lebat dan angin di Khanun diperkirakan akan tiba di wilayah selatan dan timur Korea Selatan pada Rabu sore, kata badan cuaca Korea Selatan. Diperkirakan akan mencapai pulau resor selatan Jeju beberapa jam kemudian dan kemudian mendarat di dekat pelabuhan daratan Tongyeong Kamis pagi.

Badan tersebut mengatakan Khanun dapat memiliki dampak besar karena kemungkinan akan membelah pusat negara selama beberapa jam. Mata badai akan menyapu ibu kota Seoul, sementara angin bertiup dengan kecepatan 90 hingga 154 kilometer per jam. Badai itu diperkirakan akan melemah pada saat bertiup ke Korea Utara pada Jumat pagi. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*