Kebakaran Hutan Terburuk dalam Seabad di Hawaii, Korban Meningkat Jadi 89 Orang

Kebakaran Hutan Hawaii
Rumah dan bangunan yang terbakar tersisa setelah kebakaran hutan dan angin kencang membakar sebagian besar kota di Lahaina, Maui, Hawaii, AS pada 11 Agustus. — Reuters

JoSS, HAWAII – Kebakaran hutan yang melanda Pulau Maui, Hawaii, Amerika Serikat (AS), telah menelan korban jiwa yang semakin bertambah. Pada Sabtu (11/8) waktu setempat, korban tewas akibat kebakaran ini meningkat drastis menjadi 89 orang, menjadikannya sebagai kebakaran paling mematikan di Amerika Serikat selama lebih dari 100 tahun.

Lebih dari 2.200 bangunan telah hancur dalam musibah ini, dan diperkirakan kerugian materi mencapai hingga US$5,5 miliar. Ribuan orang juga kehilangan tempat tinggal akibat dampak kebakaran yang dahsyat ini.

Korban-korban ini sebagian besar mengalami kesulitan dalam mendapatkan peringatan awal mengenai kebakaran ini. Vilma Reed (63), seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa gunung di belakang mereka tiba-tiba terbakar tanpa adanya peringatan sebelumnya. Dia menceritakan momen menakutkan ketika api tiba-tiba muncul di seberang jalan dari tempat tinggalnya di Lahaina. Kondisi rumah Reed hancur, dan dia kini bergantung pada bantuan pemerintah untuk pemulihan.

Baca Juga: Serangkaian Penembakan Mengguncang Ekuador Sebelum Pemilu, Calon Presiden Tewas Ditembak

Lahaina, sebuah kota berpenduduk lebih dari 12 ribu, kini berada dalam kondisi yang hancur akibat kobaran api. Perumahan, hotel, dan restoran telah dilalap oleh kebakaran dahsyat ini. Situasi semakin parah karena kondisi cuaca yang kering dan rendahnya tingkat kelembaban, serta adanya dampak Topan Dora yang mengamuk di daerah tersebut.

Berdasarkan laporan Associated Press, Topan Dora diyakini telah mengubah Kota Lahaina menjadi “zona perang.” Warga setempat terpaksa melarikan diri dari kobaran api, bahkan beberapa di antaranya terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Coast guard Laihana berusaha menyelamatkan mereka yang menceburkan diri ke laut.

Gubernur Hawaii, Josh Green, menggambarkan operasi pemulihan sebagai tugas yang rumit dan sulit. Ia menyatakan bahwa meskipun proses pemulihan akan menghadapi berbagai tantangan, pihak berwenang berkomitmen untuk membantu penduduk kembali ke tempat tinggal mereka saat situasi telah aman.

Dalam upaya membantu para warga menghindari dampak kebakaran ini, Hawaiian Airlines menawarkan penerbangan dengan biaya rendah, hanya US$19 atau sekitar Rp289 ribu, bagi mereka yang ingin meninggalkan Pulau Maui. Maskapai ini juga telah mengambil langkah-langkah untuk memfasilitasi transportasi orang-orang penting dan mengurangi kepadatan Bandara Kahului.

Kebakaran hutan yang melanda Maui kali ini dianggap sebagai bencana alam terbesar dalam sejarah Hawaii. Penyebab pasti kebakaran ini masih sedang diselidiki oleh pihak berwenang, namun dugaan sementara mengarah pada kombinasi antara kekeringan, angin kencang, dan rendahnya tingkat kelembaban. Operasi penyelamatan dan pemulihan terus dilakukan untuk mengatasi dampak dahsyat dari tragedi ini. (lna)

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*