Google Hadirkan Fitur Peringatan Terhadap Kebocoran Data Pribadi Online

Fitur kebocoran data pribadi Google
Ilustrasi (Foto: TechCrunch)

TEKNOLOGI terus berinovasi untuk melindungi data pribadi pengguna dari ancaman keamanan cyber. Google, perusahaan teknologi terkemuka, telah memperkenalkan fitur baru yang dapat memberikan peringatan kepada pengguna jika terjadi kebocoran data pribadi mereka.

Fitur ini memiliki tujuan untuk memberikan keamanan tambahan dan memberitahu pengguna saat informasi pribadi mereka muncul di berbagai situs web.

“Sekarang dapat memberitahu Anda ketika info kontak pribadi Anda muncul online / Anda dapat menerima pemberitahuan ketika alamat, nomor telepon, atau email Anda muncul di hasil pencariannya,” dikutip Minggu (6/8).

Dengan fitur inovatif ini, Google akan mengirimkan pemberitahuan kepada pengguna saat alamat, nomor telepon, atau alamat email mereka terdeteksi dalam hasil pencarian. Langkah ini memungkinkan pengguna untuk selalu mengetahui jejak digital mereka dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengamankan informasi pribadi mereka.

Penting untuk diingat bahwa fitur ini juga memiliki kemampuan untuk menghapus informasi kontak dari hasil pencarian. Pengguna dapat dengan mudah meninjau informasi yang muncul dalam hasil pencarian dan mengajukan permintaan untuk menghapusnya jika diperlukan.

Baca Juga: Pengusaha Ini Akan Membangun Replika Bulan di Dubai, Dilengkapi 4.000 Kamar Hotel

Bahkan, Google juga dapat menghapus informasi kontak dari hasil pencariannya. “Memungkinkan Anda meninjau dan meminta penghapusan informasi tersebut dari Penelusuran,” tulisnya.

Google berkomitmen untuk memberikan pengendalian yang lebih besar kepada pengguna terkait data pribadi mereka.

Peluncuran fitur ini merupakan hasil dari pembaruan yang dilakukan oleh Google sejak September 2022. Dengan adanya fitur ini, masyarakat tidak perlu lagi merasa khawatir tentang dampak buruk kebocoran data di masa depan.

Setelah pengguna memasukkan informasi pribadi mereka, mereka dapat dengan mudah melacak jejak online mereka melalui dasbor khusus yang akan menampilkan situs-situs web yang memiliki informasi pribadi pengguna. Fitur ini juga memungkinkan pengguna untuk mengajukan permintaan penghapusan informasi dari situs-situs web tersebut.

“Setelah Anda memasukkan informasi pribadi Anda, dasbor akan secara otomatis menarik situs web yang berisi kecocokan apapun, memungkinkan Anda meninjau setiap halaman web yang muncul dan kemudian mengirimkan permintaan untuk menghapusnya,” sebutnya.

Namun, perlu diingat bahwa menghapus informasi dari Google tidak akan sepenuhnya menghapusnya dari internet. Informasi masih dapat diakses melalui situs web yang memiliki konten tersebut.

Selain itu, Google juga memiliki batasan terkait jenis hasil pencarian yang dapat dihapus, serta tidak akan mengambil tindakan terhadap hasil pencarian yang berasal dari pemerintah atau lembaga pendidikan.

Fitur peringatan terhadap kebocoran data ini awalnya diluncurkan di Amerika Serikat dalam bahasa Inggris. Google berencana untuk segera menyediakan fitur serupa untuk negara-negara lain dan dalam berbagai bahasa sesuai dengan kebutuhan pengguna di seluruh dunia.

Dengan adanya fitur ini, pengguna dapat merasa lebih aman dan terlindungi saat menjelajahi dunia digital yang semakin kompleks. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*