Cara Ribuan Petani Temanggung Rayakan Keberhasilan Panen Dengan 1.500 Tumpeng dan Ingkung Ayam

Panen Petani Temanggung
Petani di Kabupaten Temanggung menghadiri ritual "Wiwit Mbako, Panen Kopi" yang digelar di Alun-Alun Temanggung, Minggu (27/8/2023). (Ist)

JoSS, TEMANGGUNG — Ribuan petani kopi dan tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, merayakan momen berkat dan rasa syukur kepada Allah SWT keberhasilan panen dengan cara yang unik dan tradisional. Mereka menggelar upacara syukuran dengan membawa 1.500 tumpeng dan ingkung ayam serta lauk pauk lainnya pada Minggu (27/8/2023).

Dalam suasana khidmat, Bupati Temanggung, M. Al Khadziq, mengungkapkan bahwa acara ini adalah wujud dari rasa syukur dan doa bersama para petani kopi dan tembakau. Ia turut hadir dalam acara ini yang diadakan di Alun-alun Temanggung.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyatakan tujuan dari acara ini adalah untuk memohon kepada Allah SWT agar hasil panen kopi dapat memberikan berkah. Selain itu, panen tembakau juga diharapkan berjalan lancar dan menghasilkan rezeki yang melimpah serta memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaan acara tersebut, kelompok petani kopi dan tembakau dari berbagai wilayah di Kabupaten Temanggung turut berpartisipasi. Mereka menghadirkan tumpeng nasi sebagai simbol syukur, diiringi dengan doa bersama dan santap bersama.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Perikanan Temanggung, Panggah Susanto Gelar Pelatihan Manajemen Kesehatan Ikan

Tak lupa, Bupati Khadziq berharap agar pabrik-pabrik rokok yang beroperasi di Temanggung dapat mendukung petani tembakau dengan membeli hasil panen mereka dengan harga yang adil. Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan industri dalam menjaga keberlangsungan usaha para petani, terutama di tengah kenaikan biaya produksi.

“Semoga petani, pedagang, dan industri semua meraih hasil yang baik, sama-sama mendapat manfaat. Begitu pula dengan para petani kopi dan pelaku usaha terkait,” ungkapnya, seperti dikutip dari Antara.

Khadziq menegaskan bahwa petani kopi dan tembakau memiliki kedekatan spiritual dengan Allah SWT, karena dalam setiap langkah proses pertanian, mereka selalu melibatkan doa dan ungkapan syukur. Mulai dari awal menanam, hingga masa panen dan pengolahan tembakau, semuanya dirayakan dengan penuh kesyukuran.

“Perayaan ini adalah bentuk permohonan ridho dari Allah SWT, doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar usaha ini mendapatkan berkah,” tambahnya.

Ia juga menekankan komitmen Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk terus berada di samping para petani kopi dan tembakau. Keberhasilan petani adalah kebahagiaan pemerintah, dan kesulitan petani juga dirasakan oleh pemerintah. Oleh karena itu, ia berharap industri tetap berkomitmen untuk mendukung petani dengan membeli tembakau Temanggung dengan harga yang sepadan dengan kualitasnya.

“Mari kita semua mendukung produk tembakau Temanggung, tanpa meninggalkan sisa. Namun, saya juga mengajak para petani tembakau untuk menjaga keaslian tembakau Temanggung. Jangan biarkan kualitasnya tercemar, karena tembakau Temanggung memiliki standar kualitas yang tinggi,” tegasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*