Bisa Petik Buah Langsung Dari Pohonnya, Agro Cepoko Semarang Wisata Edukasi Favorit Keluarga

Wisata Edukasi Agro Cepoko Semarang
Wisata Edukasi Agro Cepoko Semarang (Instagram/agro_cepoko

JoSS, SEMARANG – Kota Semarang yang kaya akan sejarah dan keindahan alam di pesisir utara Jawa, telah menjadi destinasi favorit para wisatawan. Salah satu pilihan edukasi dan wisata alam terkenal di Semarang adalah Agro Cepoko. Lokasi ini, yang terletak di Jalan Raya Cepoko I, Kelurahan Cepoko, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, menawarkan pengalaman unik bagi para pengunjung.

Dalam informasi yang dirilis oleh laman resmi sijambumerah.dispertan.semarangkota.go.id pada Jumat (4/8/2023), Agro Cepoko awalnya merupakan kebun milik pemerintah yang kini dikelola secara kolaboratif bersama kelompok tani. Sejak tahun 2017, sistem kemitraan ini diterapkan dalam bentuk bagi hasil.

Menurut Journal of Economic Education and Entrepreneurship, dalam penelitian berjudul “Strategi Pemasaran Destinasi Wisata Agro Cepoko Kecamatan Gunungpati Kota Semarang,” Agro Cepoko memberikan peluang bagi pengunjung untuk merasakan pengalaman memetik buah langsung di bawah bimbingan petugas atau petani.

Selain menjadi tempat yang menyenangkan untuk berwisata, Agro Cepoko juga menawarkan program edukasi bagi anak-anak, memungkinkan mereka untuk terlibat dalam proses memetik buah dan bahkan membeli bibit tanaman buah-buahan.

Baca Juga: Sensasi Rafting yang Menggetarkan dan Pemandangan Alam Memukau Sungai Comal 

Laman website kecgunungpati.semarangkota.go.id juga mencatat bahwa Agro Cepoko, dengan luas sekitar 3,2 hektar, tidak hanya menjual bibit tanaman buah-buahan, tetapi juga menyediakan berbagai jenis bibit tanaman seperti bunga anggrek, aglonema, dan beragam jenis kaktus.

Agro Cepoko dikelola oleh 14 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Gunung Subur sehingga wisatawan yang ingin memetik buah langsung dari pohonnya harus didampingi oleh petani. “Kalau mau masuk keliling kebun itu free, gratis. Nah kalau ingin memetik buah, harus didampingi pengelola atau petani,” jelas Koordinator Kebun Agro Cepoko, Sri Hariyani

Sebelum menjadi Agro Cepoko, lanjutnya, lahan tersebut dulunya lahan kebun kelapa yang tidak lagi produktif. Lantas, pada tahun 2012 diambil alih oleh Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang untuk ditanami pohon-pohon hortikultura dengan dibantu oleh 14 petani sekitar.

Dengan demikian, Agro Cepoko menerapkan sistem bagi hasil dengan para petani. “Sistem bagi hasilnya, 70 persen untuk petani dan 30 persen masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkot (Pemerintah Kota) Semarang. Mulai awal tau jerih payah petani sampai bisa panen dan jualan. Dan itu bisa membantu meningkatkan ekonomi mereka,” terang Yani.

Di samping itu, ujarnya, jerih payah 14 petani selama bertahun-tahun itu cukup membuahkan hasil. Sebab, buah hasil panen di Agro Cepoko memiliki rasa yang pas, serta terjamin kualitasnya. “Jambu kristal dan kelengkengnya terkenal enak dan manis. Itu benar-benar asli manisnya. Kalau panen jambu biasanya Februari, Maret, Agustus September. Kalau kelengkeng setahun sekali di bulan Agustus atau Januari,” tutur Yani.

Tempat ini juga cocok sebagai tempat bersantai dan bermain anak-anak, dengan harga tiket masuk yang terjangkau. Selain itu, Agro Cepoko menawarkan fasilitas yang lengkap, termasuk pemandangan hijau yang menyegarkan dan kesempatan untuk menikmati buah segar hasil petik sendiri. Para pengunjung dapat menikmati suasana asri serta belajar lebih banyak tentang budidaya tanaman buah dan tanaman hias. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*