WMO Umumkan Fenomena Iklim El Nino Dimulai Hari Ini, Berikut Dampaknya Bagi Indonesia

WMO EL Nino
Organisasi Meteorologi Dunia mengumumkan terjadinya kondisi El Niño (Dokumentasi / public.wmo.int)

JoSS, NEW YORK – Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengkonfirmasi fenomena iklim El Nino yang menyebabkan cuaca ekstrim dimulai hari ini. Fenomena El Nino baru terjadi seiring dengan meningkatnya pemanasan global yang didorong oleh emisi karbondioksida (CO2) akibat aktivitas manusia, demikian dilansir dari The Guardian Kamis (6/7/2023).

Sekretaris Jenderal WMO, Petteri Taalas mengatakan para pihak berwenang telah memperingatkan semua pihak untuk mempersiapkan diri menghadapi peristiwa cuaca ekstrem penting untuk menghadapi implikasinya bagi kesehatan dan mata pencaharian masyarakat.

Baca Juga: PBB Peringatkan Potensi Meningkatnya El Nino, Dampak Suhu Global Lebih Tinggi

Keadaan tersebut secara tidak langsung dapat menyebabkan panas yang ekstrim meskipun suhu tertinggi yang pernah tercatat di daratan dan lautan di seluruh dunia. WMO memperkirakan akan ada peluang 90 persen fenomena El Nino berlanjut hingga akhir tahun pada tingkat yang moderat atau lebih kuat.

Permulaan El Nino secara signifikan akan meningkatkan kemungkinan rekor suhu tinggi dan memicu panas ekstrem di sebagian besar wilayah daratan dan lautan. Deklarasi tersebut dibuat sebagai sinyal kepada pemerintah di seluruh dunia untuk memobilisasi persiapan yang diperlukan.

“Peringatan dini dan tindakan pencegahan untuk menghadapi kejadian cuaca ekstrem terkait fenomena iklim ini penting untuk menyelamatkan nyawa,” katanya, dikutip dari sindonews.com. Suhu tertinggi yang pernah tercatat dalam beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya, fenomena El Nino buruk tercatat terjadi pada 2016 sehingga tetap menjadi tahun terpanas di dunia. Bulan lalu, otoritas Amerika Serikat (AS) memperkirakan 56 persen kemungkinan terjadinya El Nino yang kuat dan lebih hangat pada akhir tahun.

Sementara itu, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Fenomena El Nino diprediksi akan melanda Indonesia beberapa waktu mendatang. Berbagai pihak pun telah diminta untuk mempersiapkan diri menghadapi dampak yang mungkin ditimbulkannya.

Mengutip laman BMKG, istilah El Nino diartikan sebagai fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di banding kondisi normalnya di Samudera Pasifik bagian tengah. Singkatnya, pemanasan SML ini berpotensi mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia dan bisa menyebabkan terjadinya kekeringan.

Dampak El Nino di Indonesia Melihat dampaknya, fenomena El Nino menyebabkan berubahnya pola cuaca global yang nantinya dapat berimbas pada iklim di berbagai wilayah. Tak hanya di Indonesia, namun seluruh dunia.

Berikut sejumlah potensi dampak dari fenomena El Nino yang perlu diwaspadai.

1. Kekeringan Pada prosesnya, El Nino sering dikatakan sebagai peningkatan suhu permukaan laut serta penurunan curah hujan di sejumlah wilayah.

Mengutip laporan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Senin (15/5/2023), sebagai dampaknya, kekeringan bisa saja terjadi di daerah atau wilayah terkait. Apabila benar terjadi, bukan tidak mungkin kekeringan tersebut berdampak pada sejumlah sektor termasuk pertanian. Sederhananya, kekurangan air bisa menghambat pertumbuhan tanaman serta mengurangi hasil panen.

2. Potensi Kemunculan Penyakit dan Hama Pergantian cuaca yang ekstrem kerap memunculkan berbagai penyakit di tengah masyarakat. Salah satunya adalah demam berdarah. Mengutip laman Jabar Open Data, suhu panas yang dibawa El Nino dapat membuat nyamuk semakin ganas. Singkatnya, musim panas menjadi waktu puncak nyamuk untuk bertelur. Sedangkan suhu yang hangat sendiri bisa membuat siklus hidup mereka menjadi lebih cepat.

Akibatnya, akan ada banyak telur yang menetas dan bisa membahayakan masyarakat. Sementara itu, di sisi pertanian El Nino juga berpotensi membawa hama tanaman. Apabila benar terjadi, dampak tersebut bisa merusak tanaman dan mengurangi hasil panen.

3. Penurunan Kualitas Tanaman Selain mengganggu musim tanam, El Nino juga dapat menjadi biang turunnya kualitas panen. Alasannya sederhana, dengan suhu yang tinggi dan kurangnya pasokan air, kualitas tanaman yang nantinya harus dipanen akan menurun.

Dalam hal ini, bisa saja hasil panen seperti buah atau sayuran menjadi lebih kecil, rasanya kurang enak, dan lain sebagainya. Selain ketiga dampak di atas, fenomena El Nino ini juga dapat memunculkan potensi bahaya lain seperti kebakaran lahan hingga terganggunya pasokan pasar (pertanian). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*