UNSOED Kembangkan Smart Digital Services: Menuju Pelayanan Publik yang Efektif dan Terpadu

Smart Digital Services
Caption: Unsoed mengadakan acara FGD (Focus Group Discussion) dengan tema "Transformasi Pelayanan Publik sebagai Upaya Menuju Smart Digital Services" di Azana Cilacap, Senin (24/7/2023). (foto: unsoed.ac.id)

JoSS, CILACAP – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengadakan acara FGD (Focus Group Discussion) dengan tema “Transformasi Pelayanan Publik sebagai Upaya Menuju Smart Digital Services” di Azana Cilacap pada Senin (24/7/2023).

Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas / WR IV, Kepala LPTSI, Kepala Biro PKIH, Tim pengembang digitalisasi layanan publik, serta perwakilan pengguna berupa mahasiswa dan alumni.

FGD ini diselenggarakan sebagai langkah konkrit dalam pengembangan pelayanan publik di lingkungan Unsoed yang berfokus pada transformasi layanan menjadi lebih berbasis digital. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemudahan akses informasi dan layanan terpadu bagi seluruh stakeholder Unsoed secara berkelanjutan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas / WR IV Dr. Sos. Waluyo Handoko, S.IP., M.Sc membuka acara ini dengan menegaskan bahwa digitalisasi layanan telah menjadi keharusan. Pengelolaan layanan secara efektif, efisien, dan sederhana harus diimplementasikan secara menyeluruh agar Unsoed dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakatnya.

Baca Juga: 25 Mahasiswa Fapet UNSOED Meraih Beasiswa dari PT. Charoen Pokphand Indonesia

Sebagai narasumber utama, hadir Rizki Triatmaja Susetiadi, S.T., CEO Pesan.io, sebuah Booking Engine mengatakan bahwa perkembangan digitalisasi layanan saat ini semakin pesat, sehingga Unsoed perlu mengembangkan aplikasi dengan kreativitas yang lebih luas.

“Penggunaan teknologi terkini dan berbasis user experience menjadi kunci penting dalam proses ini. Selain itu, identifikasi pengguna dalam mengakses suatu website atau aplikasi digital menjadi hal mutlak yang harus diperhatikan saat pengembangan sistem/aplikasi agar sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pengguna,” jelasnya dikutip dari unsoed.ac.id.

Ririn, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed, sebagai perwakilan pengguna, juga memberikan harapannya dalam acara ini. Menurutnya, digitalisasi layanan tidak cukup hanya merubah layanan manual menjadi layanan digital semata. Perlu adanya integrasi bertahap dari semua layanan ke dalam sebuah aplikasi agar efektivitas pelayanan dapat dirasakan oleh seluruh stakeholder Unsoed.

Dalam FGD ini, juga dibahas mengenai strategi implementasi, upaya peningkatan keamanan data, serta langkah-langkah untuk memastikan adopsi teknologi yang berkelanjutan. Seluruh peserta FGD aktif berdiskusi dan memberikan kontribusi ide-ide kreatif guna mewujudkan Smart Digital Services yang menjadi visi Unsoed.

Melalui FGD ini, diharapkan Unsoed dapat terus mengembangkan inovasi dalam layanan publik dan menjadi universitas yang semakin maju dalam penggunaan teknologi informasi.

Dengan adopsi Smart Digital Services yang efektif dan terpadu, Unsoed akan semakin dikenal sebagai institusi yang responsif terhadap perkembangan zaman dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh civitas akademika dan masyarakat. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*