
PARA ilmuwan dari India dan Jepang telah melakukan penemuan menarik terkait tetesan air yang terperangkap dalam endapan mineral di wilayah Himalaya. Temuan ini menunjukkan bahwa tetesan air tersebut kemungkinan berasal dari laut purba yang ada sekitar 600 juta tahun lalu.
Para peneliti dari Indian Institute of Science (IISc) dan Niigata University Jepang percaya bahwa informasi dari endapan ini dapat memberikan wawasan tentang kondisi laut purba, termasuk pH, kimia, dan komposisi isotop yang belum pernah terdokumentasi sebelumnya.
Informasi ini menjadi kunci penting untuk menjawab pertanyaan seputar evolusi lautan dan bahkan kehidupan di masa lalu Bumi.
Endapan yang dianalisis mengandung kalsium dan magnesium karbonat. Analisis dari endapan ini memberikan penjelasan yang potensial terhadap peristiwa oksigenasi besar yang terjadi dalam sejarah Bumi.
Para ilmuwan percaya bahwa antara 700 juta dan 500 juta tahun yang lalu, Bumi mengalami glasiasi besar yang dikenal sebagai “Bumi Bola Salju”, di mana lapisan es tebal menutupi planet ini untuk jangka waktu yang lama.
Baca Juga: Gelombang Panas Global Melanda Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat
“Setelah periode tersebut, terjadi peningkatan jumlah oksigen di atmosfer bumi, yang disebut ‘Peristiwa Oksigenasi Hebat Kedua’, yang pada akhirnya membawa pada evolusi kehidupan kompleks,” kata Sajeev dikutip dari Bisnis.com pada Minggu (30/7/2023).
Penemuan penting ini didasarkan pada penelitian dan eksplorasi yang dilakukan selama lima tahun terakhir oleh tim peneliti gabungan dari IISc dan Universitas Niigata. Profesor Sajeev Krishnan dari Center for Earth Sciences (CEaS), IISc, yang menjadi penulis studi terkait mengungkapkan bahwa penemuan ini membuka peluang besar untuk memahami sejarah tektonik Bumi secara lebih mendalam.
Kekurangan fosil yang terpelihara dengan baik dan hilangnya lautan masa lalu menjadi tantangan dalam memahami hubungan antara peristiwa glasiasi dan oksigenasi besar.
Eksposur endapan laut di wilayah Himalaya menjadi kunci bagi para ilmuwan untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penting tersebut. Analisis komposisi dan kondisi endapan ini dapat memberikan informasi tentang iklim Bumi di masa lalu, dan informasi ini berguna untuk pemodelan iklim masa depan.
Para ilmuwan juga menyatakan bahwa kekurangan kalsium dalam endapan ini kemungkinan menyebabkan kekurangan nutrisi dalam laut purba, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan cyanobacteria yang melakukan fotosintesis dan memuntahkan lebih banyak oksigen ke atmosfer, mendorong evolusi kehidupan.
Temuan air laut purba yang berusia 600 juta tahun ini menjadi bukti penting tentang sejarah Bumi dan evolusi kehidupan. Penelitian lebih lanjut di wilayah Himalaya diharapkan akan mengungkapkan lebih banyak wawasan tentang planet kita yang luar biasa ini dan memberikan jawaban terhadap banyak misteri yang masih menyelimuti masa lalu Bumi. (lna)

Leave a Reply