Simpang Tujuh Joglo Solo Ditutup Hingga November Mendatang, Ada Pemasangan Rangka Jembatan Pembangunan Rel Layang

Simpang Tujuh Joglo Solo Ditutup
Elevated Rail Simpang Tujuh Joglo (Humas Pemkot Solo)

JoSS, SOLO – Simpang tujuh Joglo di wilayah Banjarsari, Solo, resmi ditutup total pada Sabtu (15/7/2023) malam. Penutupan ini dilakukan dalam rangka pengerjaan konstruksi rangka jembatan tahap III untuk pembangunan rel layang atau elevated rail.

Penutupan simpang tujuh Joglo direncanakan berlangsung selama empat bulan, mulai dari 15 Juli hingga 30 November. Setelah penutupan tersebut, pekerjaan fisik konstruksi rangka jembatan tahap III segera akan dimulai.

Dalam pengerjaan fisik ini, alat berat akan digunakan, sehingga perlintasan kereta api harus ditutup demi pertimbangan keselamatan dan keamanan.

“Pengerjaan konstruksi rangka jembatan tahap tiga akan dimulai setelah viaduk Gilingan dibuka. Sekarang viaduk Gilingan sudah dibuka sehingga Simpang Tujuh Joglo bisa ditutup. Pekerjaan fisik konstruksi bisa segera dimulai sesuai dengan jadwal proyek pembangunan rel layang,” kata Dendy Purbowo, Site Manager PT WIKA-BKU KSO, pada Minggu (16/7/2023).

Dikutip dari solopos.com, Dendy mengungkapkan bahwa pengerjaan konstruksi rangka jembatan tahap III akan dipercepat selama penutupan simpang Joglo Solo selama empat bulan. Setelah rangka jembatan selesai dikerjakan, langkah selanjutnya adalah melakukan pengecoran lantai beton.

Rel kereta api yang dipasang juga akan diuji kekuatannya untuk memastikan bahwa rel tersebut kuat dan kokoh dalam menahan beban berat. “Kami berharap pekerjaan rampung sesuai dengan jadwal. Kami akan melakukan evaluasi berkala secara terus menerus,” tambahnya.

Baca Juga: Rel Layang Joglo Ditarget Rampung Desember 2023, Bakal Jadi Yang Terpanjang di Indonesia

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Solo telah menyiapkan empat jalur alternatif bagi pengendara mobil dan sepeda motor selama penutupan simpang tujuh Joglo berlangsung. Jalur rute pengalihan kendaraan dari utara dan barat tidak berbeda jauh dengan saat penutupan Jalan Solo-Purwodadi.

Untuk kendaraan yang berasal dari arah selatan, akan dialihkan melalui Jalan Monginsidi atau Jalan Ahmad Yani melalui Viaduk Gilingan menuju Jogja. Begitu pula, kendaraan yang berasal dari arah timur yang ingin menuju ke selatan akan dialihkan melalui Jalan Sumpah Pemuda-Jalan Letjen Suprapto-Jalan Ahmad Yani menuju Jogja atau Jakarta.

“Dengan dibukanya Viaduk Gilingan, diharapkan dapat meminimalkan kemacetan lalu lintas. Kami juga telah memasang rambu pengalihan lalu lintas di jalan menuju simpang Joglo. Untuk bus dan truk, tetap diarahkan melalui jalan tol sesuai dengan rekayasa lalu lintas yang telah berjalan,” ungkap Taufiq Muhammad, Kepala Dishub Solo.

Dishub Solo juga akan berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Solo dan pelaksana proyek pembangunan rel layang simpang Joglo untuk terus mengevaluasi perkembangan dan dampak lalu lintas akibat penutupan simpang Joglo. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*