
PRAMBANAN Jazz Festival 2023 telah dimulai dan menawarkan penampilan yang unik dan menarik. Festival ini tidak hanya menampilkan musisi dan penyanyi lagu-lagu jazz, tetapi juga kolaborasi dengan genre musik lain. Salah satunya adalah kolaborasi antara Denny Caknan dan Rhoma Irama beserta Soneta-nya yang terkenal dengan genre dangdut.
Meskipun mereka jauh dari kata jazz dalam lagu-lagu mereka, pada Prambanan Jazz Festival tahun ini, mereka akan menampilkan jenis musik yang sangat jazz atau bahkan tidak jazz sama sekali. Pertanyaannya, apakah para penyanyi dangdut yang umumnya tidak bermain jazz akan mengubah musik mereka dengan jenis jazz?
“Ada banyak yang bertanya mengapa dangdut bisa ikut dalam Prambanan Jazz Festival ini. Ini adalah proyek kami, jika penasaran dengan penampilan mereka, silakan datang dan saksikan sendiri,” kata Anas Syahrul Alimi, pendiri Rajawali Indonesia sebagai promotor Prambanan Jazz Festival, pada Kamis (6/7/2023) petang.
Baca Juga: Nguri-uri Budaya, Upacara Adat Merti Dusun “Kirab Sesaji Puji Jagat” Wujud Syukur Dusun Lamuk Legok
Dia menjelaskan bahwa kehadiran raja dangdut Rhoma Irama dan Denny Caknan akan menjadi sajian yang berbeda dalam perhelatan kesembilan ini. Rhoma akan berduet dengan Trio Lestari yang diharapkan memberikan pengalaman baru bagi penonton. “Sementara untuk Denny Caknan, kita tunggu saja penampilannya,” tambah Anas, dikutip dari tempo.co.
Anas mengakui bahwa dia mendapat kritik saat memadukan grup musik atau penyanyi non-jazz dalam Prambanan Jazz Festival. Namun, sebagai seorang yang berpengalaman dalam menggelar konser, dia yakin bahwa sajian musik yang mereka tampilkan sangat menghibur. Hal ini didasarkan pada pengalamannya menonton konser jazz di luar negeri, di mana musisi dengan genre yang berbeda juga dapat tampil dalam festival jazz.
Selain itu, Anas juga telah menyediakan tempat salat bagi para pengunjung. Setiap kali azan berkumandang, konser dihentikan. Prambanan Jazz Festival dimulai pada siang hari pukul 13.25 WIB dengan gerbang dibuka mulai pukul 12.00. “Setiap kali azan terdengar, konser harus berhenti,” ungkap Anas.
Menanggapi festival ini, Ari B Prass, seorang pengamat musik di Yogyakarta, juga menyatakan bahwa Prambanan Jazz Festival kali ini sangat unik. Festival ini menyajikan hiburan musik dengan balutan jazz namun juga melibatkan grup dangdut. Selain itu, ada juga grup musik dari Prancis, Gipsy Kings by Andre Reyes, yang meskipun berasal dari Prancis namun memiliki musik khas Spanyol.
“Ini sangat unik, ada grup dari Prancis dengan jenis musik dan bahasa yang khas Spanyol,” ujar Ari B Prass dengan senyum di wajahnya. (lna)

Leave a Reply