
JoSS, THAILAND – Upaya Pita Limjaroenrat, pemimpin Partai Move Forward (MFP) yang merupakan calon perdana menteri Thailand pilihan anak muda, mengalami kegagalan setelah parlemen menolak pencalonannya dalam pemungutan suara putaran kedua pada Rabu (19/7) sore.
Parlemen Thailand dengan tegas menolak Pita sebagai kandidat perdana menteri setelah dia tidak berhasil meraih mayoritas suara dalam putaran pertama pemungutan suara pekan lalu. Meskipun partainya, MFP, berhasil memenangkan pemilu pada bulan Mei sebelumnya, namun dukungan mayoritas di parlemen tidak dapat diraih oleh Pita.
“Pita tidak dapat mencalonkan diri dua kali dalam sidang parlemen ini,” kata Ketua Parlemen Thailand, Wan Muhamad Noor Matha, sambil diiringi teriakan protes dari anggota majelis parlemen seperti dilansir AFP.
Keputusan parlemen ini semakin diperkuat oleh penangguhan status Pita sebagai anggota parlemen oleh Mahkamah Konstitusi Thailand hanya beberapa jam sebelum pemungutan suara putaran kedua digelar. Penangguhan ini terkait dengan tuduhan kepemilikan saham di media yang diajukan oleh Komisi Pemilihan Umum Thailand.
Tuduhan tersebut menambah hambatan bagi Pita untuk meraih dukungan mayoritas di parlemen dan Senat, yang merupakan syarat penting dalam pemilihan perdana menteri di Thailand. Para pendukungnya menjadi sedih mendengar berita tentang penangguhan status Pita dan mereka yang berada di dekat gerbang parlemen merasa frustasi dan mengeluarkan makian.
Namun, Pita sendiri sebelumnya telah merasa kurang optimistis mengenai peluangnya untuk menjadi perdana menteri dan mengucapkan selamat tinggal kepada majelis parlemen dalam pernyataannya sebelum pemungutan suara kedua.
Kini, ketika pencalonannya ditolak oleh parlemen, masih belum jelas bagaimana nasib pemilihan perdana menteri selanjutnya. Pita tetap menjadi calon tunggal PM dari Partai Move Forward (MFP), dan parlemen belum mengumumkan langkah apa yang akan diambil setelah kegagalan pemilihan perdana menteri hari ini. Dalam konteks ini, Perdana Menteri Prayuth Chan-o-cha akan tetap menjabat hingga pemerintahan baru terbentuk.
Para pengunjuk rasa dari berbagai kelompok telah mengumumkan rencana untuk melakukan demonstrasi publik di dekat Monumen Demokrasi di pusat kota Bangkok pada Rabu malam sebagai bentuk protes terhadap keputusan parlemen dan untuk menuntut kejelasan terkait pemilihan perdana menteri yang belum menemui titik terang.
Perjalanan politik Pita Limjaroenrat yang dipandang sebagai harapan baru bagi anak muda Thailand, kini berada dalam situasi sulit akibat penolakan parlemen dan tuduhan terhadapnya. Sementara itu, partai MFP harus mencari solusi dan mempertimbangkan opsi lain untuk menghadapi tantangan politik di masa depan. (lna)

Leave a Reply