
JoSS, PEKALONGAN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, telah siap untuk merelokasi 96 keluarga yang terdiri dari 66 keluarga di Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, dan 30 keluarga yang tinggal di bantaran sungai Mrican yang terkena dampak rob.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, menyatakan bahwa 96 keluarga yang bermukim di dua wilayah yang berbeda tersebut akan segera direlokasi ke tempat baru di Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto.
“Kami telah menyiapkan sekitar 1 hektar lahan untuk membangun hunian baru bagi warga yang terdampak rob. Setiap keluarga akan mendapatkan lahan seluas 64 meter persegi,” ujar Yulian, seperti dikutip dari Antara, Rabu (5/7/2023).
Selain itu, pihaknya juga akan menyediakan fasilitas umum dan sosial serta mengurus sertifikat hak milik (SHM) bagi warga yang direlokasi.
Saat ini, terdapat sekitar 10 desa yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Wonokerto, Kecamatan Tirto, dan Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan yang terkena dampak rob.
Baca Juga: BPBD Sebut Banjir Rob Berpotensi Terjadi di Wilayah Pesisir Pantura dan Pansela
“Namun, dari ketiga kecamatan yang terkena dampak rob tersebut, Kecamatan Wonokerto mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga kami akan memprioritaskan relokasi warga di wilayah tersebut,” jelasnya.
Yulian mengungkapkan bahwa penanganan masalah rob merupakan tantangan yang besar, dan pemerintah terus berupaya, antara lain dengan merelokasi warga ke tempat yang lebih layak huni.
“Alhamdulillah, pada tahun 2023 upaya kami mulai membuahkan hasil, dan tahun ini kami akan memberikan hibah tanah kepada 96 keluarga,” ungkapnya.
Namun, Yulian Akbar juga menyampaikan bahwa proses relokasi membutuhkan waktu dan melalui berbagai tahapan yang cukup panjang, sehingga masyarakat diminta untuk bersabar.
“Pengundian tanah kavling sudah kami laksanakan pada tanggal 24 Juni 2023, dan kami telah mendapatkan persetujuan hibah tanah. Rencananya, pembangunan hunian baru akan dimulai pada tahun 2024,” tambahnya. (lna)

Leave a Reply