Peminat Tinggi , Perjalanan KA Solo-Semarang Akan Ditambah

Ilustrasi KA Solo-Semarang
Ilustrasi (Dokumentasi PT KAI)

JoSS, SOLO – PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) berencana meningkatkan frekuensi perjalanan kereta api antara Solo-Semarang sebagai respons terhadap tingginya okupansi KA Banyubiru yang melayani rute tersebut.

Menurut Kepala PT KAI Daops VI, Bambang Respationo, KA Banyubiru saat ini beroperasi dengan dua perjalanan setiap hari dan selalu penuh dengan 400-500 penumpang setiap kali berangkat.

Dia menambahkan, tingginya minat masyarakat ini mengindikasikan kemungkinan diusulkannya kereta api serupa dengan KA Prameks yang sebelumnya melayani rute Solo-Yogyakarta. “Ini dilanjutkan dari Semarang ke Solo maupun sebaliknya,” jelasnya, seperti dikutip dari Antara.

Selain KA Banyubiru, tingkat okupansi juga tinggi untuk KA Manahan yang merupakan kereta api baru.

Baca Juga: Perjalanan 11 KA di wilayah Daop IV Semarang Sempat Dihentikan Akibat Gempa Bantul

“KA Manahan juga mengalami animo penumpang yang luar biasa. Biasanya dioperasikan pada akhir pekan, yaitu Jumat, Sabtu, dan Minggu. Kereta tersebut selalu penuh. Namun, selama masa liburan ini, kami juga menjalankannya pada hari kerja. Jika permintaan tetap tinggi, kami akan melanjutkan operasionalnya setiap hari,” ujar Bambang Respationo.

Dalam hal ini, Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, berkomitmen untuk mendorong peningkatan frekuensi perjalanan KA Banyubiru. “Biar juga didorong oleh Bu Ita, Wali Kota Semarang. Yang penting, agar semuanya menjadi ramai,” ungkapnya.

Menurut Gibran, dengan adanya KA Banyubiru, peluang integrasi wisata antara Solo-Semarang semakin terbuka.

“Saat ini, semuanya harus terkoneksi. Tadi saya juga telah membicarakannya dengan Kepala Daops mengenai peluang-peluang yang dapat dimaksimalkan,” tambahnya.

Di sisi lain, Gibran, juga meminta penambahan perjalanan kereta rel listrik (KRL) antara Solo-Yogyakarta. Pasalnya, minat warga untuk menggunakan transportasi publik ini sangat tinggi.

Hal ini disampaikan Gibran setelah melakukan audiensi dengan Daop 6 Yogyakarta di Balai Kota Solo pada Selasa (4/7). “Saat ini, KRL sangat ramai, termasuk jalur Palur yang juga sangat sibuk. KA Banyu Biru juga selalu penuh,” ujar Gibran.

Selain penambahan perjalanan KRL Solo-Yogya, Gibran juga meminta peningkatan frekuensi perjalanan KA Banyu Biru antara Solo-Semarang. “Saya juga telah menyampaikan hal itu, termasuk mengenai KA Banyu Biru,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*