JoSS, PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, memberikan saran kepada para petambak untuk melakukan budidaya ikan dengan menggunakan sistem jaring tancap dan jaring apung sebagai langkah antisipasi terhadap dampak rob yang melanda lahan tambak.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pekalongan, Sugiyo, menjelaskan bahwa berdasarkan data terkini, luas lahan tambak di daerah tersebut hanya tersisa sekitar 30 hektare dari sebelumnya mencapai 600 hektare karena terdampak rob.
“Budidaya ikan dengan menggunakan jaring tancap dan jaring apung memiliki banyak keuntungan, diantaranya mencegah risiko ikan terbawa air rob dan hasil panen ikan yang lebih melimpah,” ungkap Sugiyo, seperti dikutip dari Antara.
Ia menambahkan bahwa budidaya ikan dengan menggunakan jaring tancap berukuran 10 meter X 10 meter hanya memerlukan biaya sekitar Rp500 ribu, namun keuntungannya bisa mencapai sekitar 30 persen dari modal yang dikeluarkan.
Baca Juga: Pemkab Pekalongan Luncurkan Program Digital UMKM untuk Perluas Pasar
Selain itu, jenis ikan yang dibudidayakan seperti kerapu, bawal, udang, dan kakap putih juga akan berkembang dengan baik karena ikan tersebut berada pada kadar air payau maupun kadar garam yang cukup rendah.
Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan terus berupaya melakukan intervensi teknologi pembudidayaan ikan melalui jaring tancap dan jaring apung (keramba apung) untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya dan mengoptimalkan sejumlah tambak di daerah tersebut.
“Perikanan budidaya saat ini masih terkendala dengan banjir dan rob, namun kami mencoba untuk beradaptasi dengan menganjurkan pembudidayaan ikan melalui keramba apung dan kolam tancap,” jelas Sugiyo.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa usaha budidaya perikanan darat di daerah Pekalongan masih aman dari ancaman kekurangan air meski saat ini memasuki musim kemarau. Meskipun sebagian besar lahan tambak tergenang rob, tetapi lahan tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan.
Dengan menerapkan sistem jaring tancap dan jaring apung, para petambak di Pekalongan diharapkan dapat menghadapi tantangan rob dengan lebih baik dan tetap menjaga produktivitas sektor perikanan budidaya di wilayah tersebut. (lna)

Leave a Reply