Kenali Gejala Aneurisma, Penyebab Meninggalnya Influencer Kebugaran ‘Joeisthetics’

Ilustrasi Aneurisma
Ilustrasi Aneurisma

INFLUENCER kebugaran asal Jerman, Jo Lindner atau yang dikenal dengan nama ‘Joeisthetics‘ meninggal dunia di usia 30 tahun, Ia diketahui sempat mengalami aneurisma, hingga akhirnya meninggal dunia di pelukan kekasihnya, Nicha.

Kabar tersebut telah dikonfirmasi oleh Nicha. Ia menyebut, beberapa hari sebelum meninggal, Jo sempat mengeluh sakit di bagian lehernya. Juga beberapa minggu sebelum meninggal, Jo juga didiagnosis mengidap rippling muscle disease (RMD) atau penyakit otot beriak.

“Dia ada di pelukanku, kejadiannya begitu cepat. Tiga hari yang lalu dia terus mengatakan bahwa lehernya sakit. Kita tidak menyadarinya sampai akhirnya terlambat,” ungkap Nicha melalui media sosialnya dikutip dari India Times, Senin (3/7/2023).

Dikutip dari laman Mayo Clinic, aneurisma adalah tonjolan atau balon di pembuluh darah di otak. Kondisi ini seringkali terlihat seperti buah beri yang tergantung di batangnya.

Baca Juga: Video Promosi Wisata Filipina Yang Menelan Dana Sekitar Rp13,5 Miliar, Mencomot Gambar Sawah Terasering di Ubud Bali

Menurut ahli, aneurisma otak terbentuk dan tumbuh karena darah yang mengalir melalui pembuluh darah memberi tekanan pada area dinding pembuluh yang lemah, sehingga ukuran aneurisma meningkat.

Pada kasus tertentu, aneurisma otak dapat bocor atau pecah sehingga menyebabkan pendarahan di otak yang dikenal dengan stroke hemoragik.

Sebenarnya, aneurisma otak sering terjadi. Namun pada kebanyakan kasus, aneurisma otak bersifat tidak serius, terutama jika ukurannya kecil. Pasalnya, kebanyakan aneurisma otak tidak berujung pecah sehingga tidak menimbulkan gejala atau ,masalah kesehatan.

Namun jika sampai pecah, aneurisma dapat mengancam jiwa sehingga pasien memerlukan penanganan medis sesegera mungkin.

Sebenarnya, sebagian besar kasus aneurisma otak yang belum pecah tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun jika sampai pecah, aneurisma dapat memicu kondisi yang amat serius, biasanya memicu sakit kepala parah.

Selain itu, aneurisma yang pecah dapat memicu gejala berupa:

Mual dan muntah, Leher kaku, Penglihatan kabur atau ganda, Sensitif terhadap Cahaya, Kejang, Kelopak mata yang terkulai, Penurunan kesadaran dan merasa kebingungan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*