40 KK Desa Buniayu Terisolir Sejak Pengoperasian Jalur Rel Ganda Kroya-Kutoarjo 2020 Lalu

jalur kereta api baru antara Kroya – Kemranjen
Jalur kereta api baru antara Kroya – Kemranjen (djka.dephub.go.id)

JoSS, PURWOKERTO – Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyatakan pihaknya telah mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk membangun jembatan penyeberangan bagi 40 keluarga atau sekitar 150 warga Desa Buniayu yang terisolasi sejak jalur rel ganda Kroya-Kutoarjo dioperasikan pada tahun 2020.

“Dalam pertemuan dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Pak Mohamad Risal Wasal, kami telah menyampaikan proposal pembangunan jembatan penyeberangan yang akan membantu warga Desa Buniayu. Kami juga telah mendapatkan kejelasan bahwa Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub akan menyediakan anggaran sebesar Rp7 miliar untuk pembangunan jembatan tersebut,” ujar Wabup di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, pada Senin (10/7/2023).

Dalam pertemuan tersebut, dia juga menegaskan bahwa pembangunan jembatan penyeberangan di Desa Buniayu akan dilakukan pada tahun 2023 jika memungkinkan. Namun, jika tidak memungkinkan, pembangunan akan dijadwalkan pada tahun 2024.

Baca Juga: Dishub Kota Semarang Ancam Pencabutan Izin Trayek Bus yang Menjemput dan Menurunkan Penumpang Tidak di Terminal

Wabup berharap jembatan penyeberangan tersebut dapat membuka akses yang lebih cepat bagi warga Desa Buniayu serta memfasilitasi lalu lintas kendaraan.

Kepala Desa Buniayu, Masdar, juga mengungkapkan bahwa sejak jalur rel ganda Kroya-Kutoarjo beroperasi, warga RW 02 tidak dapat menyeberangi jalur kereta api dan harus mengambil jalur memutar sejauh 4 kilometer ketika hendak pergi ke sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya.

Untuk itu, pihaknya berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk membangun jembatan penyeberangan bagi pejalan kaki dan sepeda motor di atas jalur rel ganda tersebut.

“Kami berharap proposal pembangunan jembatan penyeberangan ini dapat direalisasikan. Kemarin, kami diajak oleh Wakil Bupati ke Kemenhub dan di sana kami menyampaikan usulan tersebut,” ujarnya.

Diharapkan dengan adanya jembatan penyeberangan ini, mobilitas warga Desa Buniayu akan terbantu dan mereka dapat mengakses fasilitas umum dengan lebih mudah. Bantuan dari Kemenhub menjadi langkah positif dalam memastikan aksesibilitas dan keselamatan masyarakat terjamin. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*