Viral Produk Wardah dan Emina Disebut Mengandung Bahan Berbahaya, Begini Tanggapan Paragon Technology and Innovation

produk sunscreen wardah
Ilustrasi (mykolasosiukin)

VIDEO viral penjelasan salah satu netizen di TikTok berlatar belakang chemical engineering, soal kandungan berpotensi bahaya pada produk sunscreen lokal.

Mengutip pedoman baru Badan Pengawas Obat dan Makanan Eropa, netizen tersebut mewanti-wanti masyarakat menyetop penggunaan sunscreen berbahan 4-Methylbenzylidine camphor (4-MBC) karena dinilai berisiko mengganggu sistem hormon.

“Bahan ini dilarang ada di produk kosmetik di Eropa. Setelah menimbang studi baru dan studi lama, BPOM Eropa menyimpulkan bahan ini memiliki potensi mengganggu sistem hormon,” terang pemilik akun @DosenSkincare, seperti dikutip dari detikcom Senin (19/6/2023).

Baca Juga: Indonesia Tempati Peringkat Kedua Jumlah Pengguna TikTok Terbanyak di Dunia 2023

Meski BPOM RI saat ini masih mengizinkan kandungan tersebut di dalam produk sunscreen, dirinya menduga ada kemungkinan besar ke depan pelarangan juga bakal diberlakukan di Tanah Air.

Ditampilkan juga sejumlah produk yang disarankan untuk disetop pemakaiannya seperti wardah sunscreen gel spf 30, wardah perfect bright moisturizer, wardah uv screen shield sunscreen gel spf 30 dan sejumlah produk lokal lain di luar wardah seperti emina ms pimple dan emina bright stuff.

Direktur R&D Paragon Technology and Innovation dr Sari Chairunnisa, SpKK yang menaungi kedua brand tersebut, menegaskan kandungan 4-MBC memang terdapat pada produk wardah maupun emina. Namun, setiap produk yang dirilis sudah mendapatkan izin dari BPOM RI termasuk terkait keamanan penggunaannya dalam jangka panjang.

BPOM RI menurutnya selama ini diketahui selalu berpatokan pada standar internasional termasuk Uni Eropa.

“Beberapa produk Wardah & Emina yang mengandung bahan 4- methylbenzylidene camphor (4-MBC) digunakan dengan dosis yang jauh lebih rendah dari batas dosis maksimal,” terang dia dalam keterangan tertulis.

“Yang tentunya telah diizinkan BPOM dan sesuai regulasi EU tersebut, sehingga sangat aman digunakan,” lanjutnya.

Meski begitu, pihak perusahaan mengaku selalu menerima kritik dan saran demi kemajuan produk mereka khususnya bagi keamanan para konsumen. Sejauh ini, pihaknya memastikan konsumen bisa meneruskan pemakaian produk wardah dan emina dengan anjuran pemakaian yang tertera dalam produk. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*